Jumat, 23 Desember 2011

Just The Sexiest Man Alive

Sinopsis
Ketenangan Taylor Donovan tak pernah terusik. Di ruang sidang, ia tak pernah membiarkan pihak lawan membuatnya gugup. Dalam kehidupan pribadi, ia tak pernah membiarkan pria mana pun membuatnya terguncang-termasuk perselingkuhan mantan tunangannya.

Jadi ketika ia ditugasi membantu ‘Lelaki Terseksi Di Dunia’ versi majalah People mempersiapkan peranan dalam film thriller hukum laris barunya, ia menolak terjatuh dalam pesona sang playboy Hollywood tersebut. Bahkan meski aktor itu adalah Jason Andrews. 


My Review
Satu kata, seruuuuuu. Saya suka banget Julie James menciptakan karakter Taylor dan Jason, argumen mereka, sarkasme mereka bikin ngakak. Ceritanya Taylor Donovan disewa selama musim panas untuk menjadi pengacara di Los Angels untuk menangani kasus pelecehan seksual, Taylor bersemangat sekali karena dia tidak pernah kalah, pikirannya tercurah akan kasus itu. Sayangnya, atasanya, Sam memberikan tugas lain, dia disuruh melatih seorang aktor yang akan memulai pembuatan film bertema thriller hukum. Aktor tersebut meminta bekerja sama dengan salah satu litigator untuk memahami bagaimana pengacara sungguhan bertindak di ruang sidang, mengajari bagaimana cara bersikap, di mana harus berdiri, dsb. Akan berbeda kalau yang bakal dilatihnya adalah pria tampan, aktor terhebat di Hollywood, setiap gerakannya selalu diikuti paparazzi, selalu dikelilingi wanita cantik, dan dijuluki sebagi lelaki terseksi di dunia, siapa lagi kalau bukan Jason Andrews.

Taylor cukup tegang juga berhadapan dengan Jason, dia tidak mau jadi 'pemuja' seperti kebanyakan cewek di kantor. Dia adalah orang yang bekerja secara profesional dan selalu berusaha menerapkannya. Dia geram ketika janji pertemuan yang sudah ditetapkan tapi jason tidak datang dan malah asik berjudi dan berpesta di Las Vegas. Taylor tidak sudi lagi membantunya.
Seminggu kemudian, dengan entengnya dan merasa tidak terjadi apa-apa, Jason memasuki pengadilan ketika Taylor baru saja menyelesaikan pekerjaanya, tau apa yang dia bilang sebagai alasannya? "Kau tentunya mengerti... aku orang yang sibuk, Nona Donovan." Dan meminta Taylor untuk segera memulai sesi latihan mereka. Dan balasan adalah, "Tapi sekarang aku sedang sibuk, Tuan Andrews." Hahaha, Jason tidak berkutik, baru kali ini ada wanita yang menolaknya.

Merasa berbeda dengan wanita lainnya yang gila akan publisitas bila berdekatan dengan Jason, Taylor malah sebaliknya tidak suka bila bersamanya, menjauh kalau ada paparazzi dan menolak jika ditraktir, menjadikan Jason sangat penasaran. Setelah urusan mereka selesai pun Jason mencari-cari alasan untuk bertemu lagi. Salah satu caranya adalah mengundang Taylor ke pesta di rumahnya, Jason membuat strategi, membuat cemburu Taylor. Hasilnya adalah Jason yang kebakaran jenggot, saingannya dalam dunia perfilman, Scott juga tertarik dengan Taylor, dia malah bisa mengajak pengacara muda itu kencan. Hah, tentu membuat Jason bligsatan, dia mencoba mengambil hati Taylor lagi. Lalu siapa yang akan dipilih Taylor?
  
Seperti yang saya bilang tadi, buku ini seru, kocak, saya melahap hanya dalam semalam saja. Alurnya cepat, terjemahannya bagus dan nggak kaku, selain itu interaksi antara Taylor dan Jason tidak bisa dilewatkan, ketika mereka adu argumen, saling cekcok, saling merasakan perasaan yang berbeda membuat saya tidak sabar membuka lembar demi lembar demi menemukan ujung cerita. Karakter kedua tokoh juga yang menjadi magnet di buku ini. Taylor yang cerdas, mandiri, berani dan Jason yang sok tampan (emang bener :p), tidak mau ditolak, ambisius, cemburuan, kombinasi yang pas banget, apalagi kalo bertengkar :)). Oh ya, si tampan Jason ini nggak pandai berbohong, soalnya dia akan memutar-mutar jam tangan kalau sedang berbohong dan lucu kalau lagi ngambek :p
cover aslinya
Untuk masalah cover, versi Indonesia juga bagus kok, malah ceweknya mirip Taylor Swift, hehe. Di buku ini minim sekali adegan 'hot' bahkan ciuman saja tidak terlalu banyak, entah disensor semua atau memang begitu adanya, saya tidak tahu karena tidak membaca versi aslinya. Well, harapannya sih jangan disensor, wakakakaka. Tapi buku ini tetap enak dinikmati, karena sayang sekali kalau melewatkan sarkasme kedua tokoh utama ini. Saya jadi suka sama tulisan Julie James, semoga Elexmedia menerbitkan buku lainnya dan jangan disensor kalau perlu #eh :p

4 sayap untuk lelaki terseksi di dunia.


Just The Sexiest Man Alive
by Julie James
alih bahasa: Eka Budiarti
penerbit: PT Elex Media Komputindo
cetakan I, 2011
ISBN: 978-602-00-1404-3
432 halaman

Kamis, 22 Desember 2011

Pangeran Langit


Sinopsis:
"Apakah engkau percaya bahwa sebelum kita lahir telah dituliskan oleh Tuhan siapa jodoh kita kelak? aku tak percaya. Karena aku percaya Tuhan menciptakan manusia bukan sebentuk boneka."
Langit, wanita berusia hampir 30 tahun, yang mempertanyakan tentang jodoh dan takdir. Masa lalu telah memicunya untuk terbang menggapai mimpi sekaligus meninggalkan ketakutan menjalin cinta.
Namun sekarang, setelah dua adiknya menikah, setelah teman-temannya menikah, setelah sebegitu banyaknya pertanyaan menyudutkan tentang status kelajangannya, ia mengakui bahwa ada sisi hati yang mengingginkan dan mencari cinta.

Langit tak ingin menikah hanya sebagai 'status'. Dia ingin laki-laki yang seperti dalam impiannya: yang mencintainya dan dia cintai, tampan, dan mapan. Nyatanya, hal itu seperti mimpi kosong. Apakah dia tercipta bukan dari tulang rusuk laki-laki manapun? Ataukah Tuhan alpa memberi jodoh untuknya? Atau mungkin harapannya terlalu tinggi dan saatnya 'menurunkan harga'?

My Review

Temanya udah nggak asing lagi, tentang cewek yang sudah waktunya nikah tapi belum menemukan Mr. The Right One. Langit yang begitu putus asa ingin mendapatkan jodoh, dimana dia ingin sekali mendapatkan pasangan seperti sahabatnya, Setya, yang dengan mudah bergonta-ganti pacar. Menjadi beban juga ketika adiknya mau menikah tapi dia belum juga memberikan sinyal, orang dulu percaya pamali kalo melangkahi kakak yang belum menikah tanpa persetujuannya. Bukan karena nggak laku tetapi luka masa lalunya yang membuat Langit benar-benar menjadi pemilih, tidak ingin gagal lagi. Akhirnya dia mau saja ketika teman sekantornya menawarkan seseorang yang mungkin akan cocok dengan Langit. Tapi, semuanya tentu bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita, tetap Tuhan yang merancang siapa jodoh kita.

Walaupun temanya udah pasaran tapi cara penulis menuturkan kegalauan Langit sedikit berbeda. Buku ini bisa dibilang tidak ada cinta-cintaan, sedikit sih tapi lebih fokus mengulas bagaimana perasaan Langit yang seret dapat jodoh. Berbagai hal sudah diusahakan, bahkan sahabatnya sampai membawa dia ke 'orang pintar', padahal dia nggak jelek-jelek amat dan mapan secara finacial. Betapa susahnya dia bisa klik sama orang yang mencoba mendekatinya, selalu ada saja yang lecet, tidak sesuai dengan tipe Langit. Buku ini terlihat real, bahwa keadaan Langit memang begitu adanya, bahkan mungkin perasaan Langit ini juga sama seperti perempuan diusia yang matang tidak juga cepat menikah. Covernya pas, seperti menunggu jodoh Langit dari langit, minim typo. Sebenarnya saya merasa ada yang kurang dari buku ini, merasa belum tuntas, saya pengen ada tambahan bab untuk penyelesaian masalah Langit, saya ingin lebih banyak lagi penulis mengulas tentang Surya :)

3 sayap untuk pangeran dari Langit

Pangeran Langit
penulis: Aveus Har
editor: Benedicta Rini W
cover: dan_dut
penerbit: Sheila
ISBN: 978-979-29-1729-1
cetakan I, 2010
172 halaman

Curcol Kantor


Curcol_kantor

Curcol Kantor: Asal Usil Anak Kantoran
by Anjar Oktaviani
editor: Anwar Syafrani & Mahir Pradana
cover: Gita Mariana
ISBN: 602-220-001-6
cetakan I, Juli 2011
242 halaman

... Padahal tau gak? Kita semua tuh bikin akun baru, khusus buat si Bos. Masing-masing nge-add si Boss. Dia nggak ngeh kalo invite-an dia dicuekin trus malah di-add pake akun baru sama kita-kita. Dan dengan riang gembira ngeklik tombol accept atas friend request kita.
Lagian nggak seru amat, kalo besok-besok mau update status harus mikir-mikir dibaca sama Bos apa nggak ya...
Kalo gini kan bebas berekspresi di ruang publik tanpa takut ancaman somasi, hehe...
Status facebook boongan gue hari ini: "Kerjaan hari ini memang banyak. tapi harus semangat biar hasilnya maksimal. Kalo perlu nanti dibawa pulang! Caiyo..."
Dan status tersebut berbuahkan sebuah jempol gede dari si Bos tanda dia like sama status gue.
Status Facebook asli gue hari ini: "Dasar Bos gila! Kerjaan yang kemaren aja belum selesai dan nyuruh ngerjain yang lain...!!!!"
Dan status jujur tersebut menggondol puluhan jempol dari temen-temen yang senasib dan sepenanggungan...
Cuplikan di atas adalah salah satu bagian yang membuat saya terkikik.
Buku ini termasuk PELIT (Personal Literature) yang tercetak di covernya, awalnya maksudnya apa tuh? Ternyata kisah nyata dari si penulis, boleh juga nih kalo ada cerita lucu dikehidupan kita bisa dibuat buku komedi :). Mungkin sebagian orang yang sudah bekerja pernah mengalami hal yang sama seperti penulis membeberkan pengalamannya di buku ini (nggak tau dia pake nama samaran beneran atau nggak). Dijadiin 'babu', takut sama yang sudah lama bekerja atau senior di kantor, nggak berkutik akan perintah Bos yang nyebelin banget, teman-teman kantor yang bikin emosi mendidih, dsb. Selain bercerita tentang kesehariannya di kantor, penulis juga menceritakan orang-orang sekantornya (yang tentu saja disamarkan), Onyet, cs-an penulis yang usil banget, si Bos yang pede banget, suka narsis kalo foto dan seenaknya saja kalo nyuruh, Mbak Ayu yang gila kerja dan nggak bisa jauh dari kerjaannya, Ari si pakar komputer yang apa-apa harus telpon istri barunya dulu, Krisna yang 11-12 kayak si Bos yang narsis dan jutek, dan beberapa tokoh figuran lainnya.

Awal baca buku ini agak jenuh tapi makin kebelakang lumayan lucu juga, cerita di tiap bab nggak terlalu banyak sehingga nggak garing dan nggak berbelit-belit, ada beberapa typo tapi nggak terlalu bermasalah dan covernya lucu. Ceritanya mengalir, enak, sayangnya saya nggak suka pada bab pertama dimana penulis menyinggung autis sebagai bahan bercandaan, saya kurang suka kalo kekurangan seseorang dijadiin 'guyon'. Selebihnya oke kok, buat yang jenuh akan pekerjaannya dan sebel sama si Bos bolehlah membaca buku ini, mumpung ada temannya :)
2.5 sayap untuk si Cumi

Rabu, 21 Desember 2011

Life Traveler


Life_traveler


Life Traveler: Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
by Windy Ariestanty
editor: Alit T. Palupi
cover: Jaffri Fernando
penerbit: Gagasmedia
ISBN:979-780-444-5
cetakan I, 2011
382 halaman

"Semua orang bisa pergi ke Vietnam, Paris bahkan Pluto. Tapi, hanya beberapa saja yang memilih pulang membawa buah tangan yang mampu menghangatkan hati. Windy berhasil menyulap perjalanan yang paling sederhana sekalipun jadi terasa mewah. Bahkan, celotehannya dalam kesendirian terdengar ramai. Ramai membuat nyaman." - @vabyo
Sekilas buku ini tidak jauh berbeda dengan buku traveling lainnya, tapi yang membuat special adalah penulis bukan hanya membawa kita ke Ha Noi (Viet Nam), Kamboja, Amerika Serikat, Czech Republic, Jerman, Swiss, Prancis, Belanda dengan traveler's tip, traveler's note, traveler's trick, traveler's fact yang sangat bermanfaat kalau kita berkunjung kesana tetapi penulis juga mengamati orang asing yang ditemuinya, bertemu dengan orang asing yang tidak membuatnya asing di negeri orang, menemukan rumah. Sederhana, ya, kisah perjalanannya sederhana, tidak membeberkan berapa total bujet yang harus dikeluarkan, mengunjungi semua tempat yang terkenal, dengan mengamati segala sesuatu disekitarnya dan menikmati perjalanannya, kisah ini begitu mewah.
Saya tidak akan menulisakan keindahan dari kota/negara yang dikunjungi penulis, kisah cinta yang penulis temui atau alami dan siapa saja yang membuat dia menemukan keluarga di luar rumah, saya akan menulisankan pemikiran penulis tentang perjalanan menurut versinya, agak banyak karena tulisan dia benar-benar indah :)

Saya ingin menemukan cerita untuk ditulis. Cerita tentang apa saja selama perjalanan ini. Saya mengamati setiap orang yang saya temui. Mencoba menemukan kisah mereka. Menjelajah setiap sudut tempat yang saya kunjungi. Menangkap pesan yang tersembunyi. Atau bahkan isyarat yang tak saya pahami. Saya seperti si pemungut remah yang mengumpulkan remah yang tercecer di sepanjang jalan.

Kisah tentang mereka yang hanya ingin menjauh sejenak untuk bisa menemukan jalan pulang. A way to go home, finding themselves.


..keanehan selalu menjadi awal untuk sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan. Something that you do not expect bring a surprise to your life. I called it 'friends'.

Buat saya, hidup sendiri adalah sekumpulan daftar mana yang penting dan mana yang kurang penting. Dan kita harus bergerak cepat.

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home.

Kadang, kita menemukan 'rumah' di tempat yang tidak kita duga. Menemukan teman, sahabat, saudara. mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan 'rumah' itu untuk kita, apa pun bentuknya.  Tapi yang paling menyenangkan  dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri.

Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki. Buat saya, bukan berapa lama waktu yang saya miliki dalam sebuah perjalanan, tetapi apa yang bisa saya temukan dalam perjalanan.

Dalam sebuah perjalanan, ketika merasa tak ada seorang pun mengenalnya, manusia bisa lebih leluasa mengekspresikan diri. Lebih leluasa menjadi dirinya sendiri. Dan kadang, batas mengekspresikan diri ini menjadi kabur. Meniadakan keberadaan yang lain.

Saya percaya, ada bahasa yang tak bersuara. Ada aksara yang tak memerlukan kata-kata. Dan itu cinta.
Cinta adalah sebuah perjalanan yang tak bisa ditempuh dalam satu atau dua hari. Tidak juga dalam sebulan atau satu tahun. Tak ada peta untuk menemukan tempat bernama cinta. Tak ada buku panduan traveling yang bisa menuntun kita ke sana. Mana ada pula panduan menghemat bujet untuk tiba di sana.
Cinta adalah perjalanan panjang, ia tumbuh tua bersama waktu dan manusia. Dan ia, tak pernah benar-benar jauh. Selalu memeluk manusia dengan erat. Mengisi celah yang mungkin hanya sejengkal itu. Memberi kita alasan untuk selalu pulang.

Untuk menguasai Bahasa Dunia ini hanya dibutuhkan satu hal: keberanian untuk memahami.
Ada bahasa yang tumbuh besar bersama manusia tanpa membutuhkan kamus, bahasa 'memahami'.

Semua tahu mereka butuh 'pulang'. Butuh rehat. Butuh mencari hangat. Bukan dari sinar matahari, bukan dari nyala api di tungku, atau hawa panas yang dikeluarkan mesin penghangat. Mereka mencarinya dari sebuah kebersamaan. Keintiman yang menjauhkan mereka dari keterasingan.

Menunggu memang seperti jebakan . Bersembunyi di antara sela-sela waktu yang tak terduga. Ketika saya ingin bergegas, ia justru membuat saya harus memelankan langkah. meminta saya melihat sesuatu lebih jeli. Memberi saya sedikit ruang untuk menarik napas dan menikmati apa pun tanpa tergesa.

Waktu memang tak pernah menunggu. Ia membuai. Membuat kita lelap. Entah di sudut mana, ia meninggalkan kita dalam rasa sesal karena kehabisan waktu. Padahal, waktu tak pernah habis. Ia hanya terus bergulir. Dengan iramanya yang konstan, ia meninabobokan kita hingga lupa untuk bergegas.
Kehidupan ini ibarat sebuah penutup botol sampanye yang jauh di sungai dan terbawa oleh aliran air. Supaya bahagia, kita hanya  harus  mengkuti alirannya. - Auguste Renoir

Home is a place where you feel more comfortable. Home is a place where you can be and find yourself.
Selain tulisannya yang indah, buku ini dilengkapi dengan foto-foto yang mendukung kisah perjalanannya dan ilustrasi yang apik di tiap bab-nya. Ada dua bonus kisah perjalanan sahabat penulis yang lumayan seru juga. Cover dan pembatas bukunya suka banget. Bagian yang saya suka adalah bab 5 tentang A Sleeping Beauty On the Sleeping Bus, saya benar-benar ingin merasakan tidur di sleeping bus dan ikut mengamati beragam ekspresi dari penumpang lainnya, melihat pemandangan Viet Nam hanya dengan tiduran, benar-benar terlihat seru.
Buku ini menjadi berbeda dengan buku traveling lainnya, kita akan memahami bahwa walaupun kita berada sangat jauh dari rumah, kita tetap akan bisa menemukan 'rumah' itu dan kita tetap akan bisa menjadi diri sendiri.
4 sayap untuk perjalanan yang tidak biasa

Senin, 19 Desember 2011

Kedai 1001 Mimpi


Cover-kedai-1001-mimpi


Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
penulis: Valiant Budi
editor: Alit Tisna Palupi
Cover: Jeffri Fernando
ISBN: 979-780-497-6
Cetakan I: 2011
444 halaman

Sinopsis
Valiant Budi adalah seorang penulis yang tergila-gila dengan dunia Timur Tengah. Salah satu ambisinya yaitu menulis sebuah buku travel dari belahan bumi 1001 mimpi ini. Kesempatan datang, ia akhirnya tinggal di Saudi Arabia sambil bekerja di salah satu kedai kopi international. Ternyata, terjun langsung sebagai TKI membuatnya menemukan berbagai peristiwa ganjil yang tak pernah ia ingin ketahui, apalagi ikut merasakannya. Ambisinya terkubur, berubah menjadi keinginan kuat untuk kembali tinggal di tanah air tercinta. Buku ini berdasarkan pengalaman Valiant Budi dan beberapa rekan TKI yang bertahan hidup di Saudi Arabia dan selalu rindu Indonesia.

My Review
Waktu kecil saya bercita-cita ingin keliling dunia, salah satu caranya adalah dengan bekerja di luar negeri. Nggak tahu sih dimana tepatnya, yang jelas impianku itu bisa terwujud. Lalu waktu kuliah ada dosen yang bilang kalau di Timur Tengah, profesi saya banyak yang dibutuhkan. Tapi, setelah membaca buku ini, saya akan membelokkan pesawat ke timur lagi menuju Korea atau Jepang saja, di sana banyak boy band unyu :p.
Buku ini bercerita tentang kisah nyata Vibi ketika menjadi TKI, percaya atau tidak. Melalu proses panjang akhirnya, pada pertengahan Mei 2009 impiannya mulai terwujud, sayangnya dia tidak di tempatkan di kota yang sebelumnya sudah terjadwal, dia nyasar ke kota bernama Dammam - Kingdom of Saudi Arabia
Begitu sampai culture shock mulai menyerang dan lama-lama meradang. Mulai dari cuaca, bahasa, sampai perilaku aneh orang-orang yang ditemuinya. Singkat cerita selama bekerja di Sky Rabbit, selma tinggal beberapa bulan di Arab banyak pengalaman yang mungkin banyak orang tidak akan percaya. Dimulai dari dituduh maling ponsel, kontrak akomodasi yang kacau, dikira orang Filipini, menjadi tukang pel dan lap meja, bos berkepribadian ganda, ditawar dan dikejar-kejar om-om tengah malam, sakit dan mendapati rumah sakit yang aneh, bertemu keluarga dengan kisah yang menakjubkan, bekerja bersama dengan orang yang berperilaku menjijikan jika tidak senang dengan pembeli, dipaksa berbuat curang dalam bekerja.
Aku mungkin binal dan begundal, tapi ada hal-hal yang tetap aku junjung tinggi sebagai prinsip hidup.
Banyak hal yang sangat membuat saya terkejut, ternyata di negara yang kata orang paling suci, negar surga ternyata tidak sesuci yang saya bayangkan. Di sana ada juga homo, pelacuran, makanan haram yang dicari, berbuat curang dalam bekerja pun dilakukan, bahkan katanya kalau datang ke arab itu sia-siap juga untuk di perkosa. Miris sekali bukan, negara yang setiap tahunnya berjuta-juta orang untuk naik haji, untuk lebih dekat denganNya, tenryata membawa juga sejuta derita.
Menyedihkan membaca buku ini? Ya. Apa sampai membuat berlinang air mata? TIDAK. Kenapa? saya kasih contoh ya:
Ouuh jiwa terasa melayang, ketombeku pada terbang. Hari yang dinanti telah datang! Badai pasir kuadang, pohon kaktus kutebang, demi iqama-ku sayang.
LOL, saya malah banyak ngakaknya baca buku ini, tiap kali mau ikut sedih dengan pengalaman atau cerita yang didapatkannya Vibi disana, ga jadi. Karena tiap kali dia nulis mengharu biru, berikutnya dia akan membuat kaliamat yang membatalkan kesedihan kita. Kocak abis deh gaya lebay-nya.
Bagian paling favorite dari buku ini adalah Botol Kecap dan Kue Apem. Awalnya heran kok nggak nyambung gini judulnya, ternyata XD. Di bagian ini saya merasakan kelegaan Vibi ketika dia bertemu 'keluarga' yang senasip dengannya, meluangkan waktu untuk bertemu dan saling bercerita, menjaga dia tetap waras diantara orang yang sinting.
Ada baiknya para TKI berpikir ulang kalau mau bekerja di luar (ada baiknya lagi baca buku ini sebagai pengalaman), kalau memang ingin dan terpaksa sebaiknya dipersiapkan lebih, mulai dari mental, ketrampilan dan bahasa. Banyak kasus yang sudah terjadi yang berakhir mengenaskan, jangan sampai terulang lagi.
Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain.
4 sayap untuk sang barista kita, Pibi :)

Jumat, 16 Desember 2011

To Kill a Mockingbird


To_kill_a_mockingbird


penulis: Harper Lee
penerjemah: Femmy Syahrani
penerbit: Qanita
cetakan I: Oktober 2010 (Edisi Gold)
ISBN: 978-602-8579-34-6
536 halaman

Sinopsis
Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih.
Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan tahun dari Maycomb, Alabama, novel ini menunjukkan betapa prasangka sering kali membutakan manusia. Dan sebuah keadilan hanya dapat dilahirkan dari rasa cinta yang tak membedakan apa pun latar belakang seseorang. Harper Lee telah berhasil menyuguhkan sebuah novel menawan yang amat berkesan dan tak lekang oleh zaman.

My Review
Saya sangat penasaran sekali dengan buku ini karena banyak sekali yang bilang bagus dan wajib baca. Setelah selesai saya tahu alasannya. Awalnya agak binggung, buku ini kan bercerita tentang ketidakadilan, rasis, tapi kenapa hanya ada tingkah beberapa anak kecil yang selalu menganggu para tetangganya?
Scout dan Jem, dua bersaudara yang sangat usil, bersama teman musim panasnya, Dill, mereka sangat penasaran dengan salah satu tetangganya, Boo Radley, yang tidak pernah keluar rumah seumur hidupnya. Mereka beramsumsi tentang Boo dengan pikiran anak-anak yang akhirnya membuahkan beberapa tantangan untuk memancing dia keluar. Di bab awal cerita ini, si kecil Scout banyak menceritakan tentang tetangga, perilaku, kebiasaannya, dsb.

Konflik buku ini adalah tentang rasis, perjuangan seorang ayah, seorang pengacara dalam membela orang yang tidak bersalah. Tom Robinson, orang kulit hitam yang dituduh melakukan pelecehan pada orang kulit putih. Atticus mencurahkan segala waktu, pikiran, tenaga untuk membelanya, menuntuk keadilan, menghadirkan saksi dan menggunakan kejeniusannya untuk membebaskan Tom. Tapi semua orang tahu, itu adalah perbuatan yang sia-sia, di mata semua orang, orang kulit hitam tak akan bisa berada di atas kulit putih. Percuma saja, Atticusa malah mendapat cemooh dai warga Maycomb.
...Ada sesuatu di dunia kita yang membuat orang kehilangan akal -- mereka tak bisa adil meskipun sudah berusaha. Dalam pengadilan kita, ketika kesaksian orang kulit putih di pertentangkan dengan kesaksian orang kulit hitam, orang kulit putih selalu menang. Ini buruk, tetapi inilah fakta kehidupan.
Mungkin bagian yang paling menengangkan dari buku ini adalah ketika Tom mulai diadili, saya sangat bersabar sekali untuk sampai pada bagian itu karena kasus tersebut berada pada bagian dua, hampir dari setengah halaman lebih baru muncul. Tapi setelah menemukan apa yang saya cari-cari, biasa saja. Saya tidak mendapatkan perasaan seperti ketika membaca After saya tidak ikut deg-degan ketika Atticus mendatangkan para saksi. Saya lebih menyukai tentang keluarga Finch, karakter Scout, Jem, dan Atticus. Mereka adalah magnet yang membuat saya betah membaca buku ini.

Scout, gadis kecil dengan rasa tahu sangat tinggi, polos, rela berperilaku seperti laki-laki agar bisa bermain dengan kakaknya. Walaupun polos, kadang pemikirannya lebih dewasa daripada dengan orang yang merasa telah dewasa, dia sangat mencontoh kakaknya.

Jem, dia keras kepala, selalu mencoba untuk dewasa, dia ingin seperti ayahnya. Dia selalu berusaha untuk melindungi adik dan ayahnya, terlebih ketika ayahnya menghadapi kasus yang sulit, dia ingin tahu apa saja yang dilakukannya, dia tidak ingin ada orang yang menyakiti ayahnya.
Atticus, harus bilang apa lagi? Dia adalah sosok ayah yang sangat bijaksana, dia tidak pernah melihat orang dari luarnya saja, dia adalah orang yang sangat adil dan bertanggung jawab. Kalau kata ikal, "ayah juara satu seluruh dunia."

Ada bagian dimana aku terkagum-kagum akan sosok Atticus, contohnya adalah ketika Scout dihukum oleh pamannya, Jack. Dia bilang kalau Jack tidak adil, pamannya tidak memberi kesempatan pada Scout untuk membela diri ketika bertengkar dengan sepupunya, bercerita dari sisinya. Kata Scout, ketika dia dan Jem bertengkar maka Atticus tak pernah hanya mendengar cerita Jem, tapi mendengarkan ceritanya juga. Saya sangat suka sekali cara Atticus mendidik anaknya yang bandel, dia selalu berusaha untuk jujur dan terbuka. Contohnya, ketika Scout bertanya dengan polosnya apa itu wanita jalang, memerkosa,
Kalau seseorang anak bertanya sesuatu, jawablah, demi Tuhan. Jangan berlebihan. Anak-anak adalah anak-anak, tetapi mereka tahu kalau kau menghindar, mereka tahu lebih cepat daripada orang dewasa, dan menghindar hanya akan membingungkan mereka.
Walaupun single parent, Atticus sangat sukses membesarkan kedua anaknya, dia tidak pernah memberi aturan-aturan, dia membebaskan anak-anaknya dengan kebebasan, kebebasan berpikir, bertindak, kebebasan untuk menjadi dewasa sesuai apa yang diinginkan mereka. Tapi, ketika mereka melakukan kesalahan, sesuatu yang tidak baik dan merugikan orang lain maka Atticus akan tegas menghukum. Bukan sesuatu yang buruk, contohnya ketika Jem geram ketika setiam melewati rumah Mrs. Dubose dia mendengar teriakan-teriakan yang tidak mengenakkan kuping, bilang kalau Jem dan Scout adalah anak yang bengil, dan tidak akan menjadi siapa-siapa ketika besar nanti. Atticus menghibur dan bilang, "Tenanglah, nak. Dia sudah tua dan sakit-sakitan. Angkatlah kepalamu dan jadilah lelaki terhormat. Apa pun yang dikatakannya kepadamu, tetangmu adalah tidak membiarkan dia membuatmu marah." Tapi kesabarannya habis ketika wanita yang selalu membawa senapa itu menghina Atticus tak lebih baik daripada nigger dan sampah yang dibelanya. Jem dengan marhnya membabat habis tanaman Mrs. Dubose, Apa yang dilakukan Atticus akan pembelaan anaknya? Dia tetap menghukum karena bagaimanapun perbuatan itu salah. Cara dia menghukum? Meminta Jem kembali ke rumah wanita tua itu dan meminta maaf, menyanggupi apa saja permintaanya, membersihkan perbuatannya dan menyanggupi ketika Mrs. Dubose untuk mengurus halaman sampai tumbuh kuncup lagi dan membaca keras-keras selama dua jam.

Banyak sekali point yang bisa diambil dari cara Atticus mendidik anak-anaknya. Selain itu saya sangat sangat sangat menyukai hubungan mereka, bagaimana saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain. Kita juga akan mempelajari apa itu arti keadilan, perbedaan-perbedaan yang dibuat manusia dan mengintip pemikiran-pemikiran mereka. Ada kalimat yang sangat menohok sekali yang diucapkan Scout,
Tidak, Jem, kukira hanya ada satu jenis manusia. Manusia."
Buku ini wajib dibaca oleh semua orang tua, semua pengacara, semua kulit hitam, semua kulit putih, semua anak-anak, semua orang.
Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya dan mencoba menjalani hidupnya - Atticus.
4,5 sayap untuk burung Mockingbird

NB: Tentang Pengarang

1825
Harper Lee lahir di Monroeville, Alabama, pada 28 April 1926. Dia adalah putri bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang pengacara dan editor surat kabar setempat. Semasa kecil dia sangat akrab dengan teman
sekolah yang juga tetangganya, Truman Capote. Pernah sekolah di Huntington College of Montgomery, dia kemudian meneruskan kuliah hukum di University of Alabama. Di kampus itulah, dia mengasah bakat menulisnya dengan bergabung menjadi editor di majalah humor kampus, Ramma-Jamma.
Harper Lee adalah salah satu penulis yang paling membuat penasaran dalam sejarah kepenulisan pada abad ke-20. To Kill a Mockingbird adalah satu-satunya novel yang ditulisnya. Berkat kisah indah tersebut yang memenangi Pulitzer Award 1961, Harper Lee dianugerahi Presidential Medal of Freedom 2007, The Hingest Civilian Honor USA. Sekarang dia tinggal di New York, dia cenderung menutup diri dan tidak mau menulis novel lagi.

Selasa, 13 Desember 2011

Satsuki Sensei


13074860


Satsuki Sensei dan kisah-kisah lain tentang cinta dan harapan
by Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia
Cover: maryna_design@yahoo.com
ISBN: 978-979-22-7759-3
Cetakan I: November 2011
216 halaman

Mbak Donna adalah penulis yang sangat rajin menulis, buku ini adalah karya beliau yang kesembilan belas, mengagumkan bukan? Awal-awal baca Teelit, karya beliau juga lah yang nagkring di kamar menemani masa remaja saya #tsahh. Semenjak saya beranjak dewasa, saya berganti haluan dengan bacaan yang dewasa juga, saya menjadi pemilih kalau mau baca genre Teenlit, salah satu pilihannya adalah buku dari penulis yang sudah dari dulu saya ikuti karyanya, setidaknya saya sudah familiar dengan gaya dia bercerita. Satsuki Sensei adalah kumcernya yang ketiga setelah Ratu Jeruk Nipis dan cerita-cerita lain yang asam-manis dan Katakan Cinta dengan Warna. Saya sangat suka dengan kumcer Katakan Cinta dengan Warna, walaupun kebanyakan bercerita tentang penyesalan dan sad ending saya sangat menikmatinya, ibaratnya adalah kopi pahit, apabila diresapi kita akan menemukan rasa manis. Nah, sedangkan Satsuki Sensei dan Kisah-Kisah Lain Tentang Cinta dan Harapan ini saya ibaratkan adalah kopi manis, kita tidak perlu mencari-cari rasa manis karena ketika kita mulai membaca, kita akan langsung mendapatkan rasa yang memanjakan lidah itu :)

Buku ini berisi 10 kumcer yang saling mempunyai benang merah, berikut sedikit ulasannya:

Rahasia Debora
Debora terpaksa pasrah di peras oleh Venna, temannya yang sangat licik karena dia mempunyai bukti yang akan menghancurkan keluarganya, Venna mempunyai surat yang berisikan kalau Debora sebenarnya adalah anak haram, dia bukan anak dari ayahnya yang sekarang ini, ayah yang sangat mencintai Debora. Karena takut rahasia tersebut akan terdengar ayahnya, Deborah pun menggunakan kekayaan ayahnya untuk menyumpal mulut Venna.
Di cerita ini kita akan memahami betapa pentingnya berterus terang, terlebih kepada keluarga sendiri.

Objet d'Art
Nino merasa bosan karena beristirahat terus menerus akibat kecelakaan yang dialaminya, hanya ada satu yang tidak membuat dia bosan, melihat gadis yang sering berlalu lalang di depan rumahnya, dia pun mendapatkan ide untuk melukis gadis tersebut.
Memafkan seseorang itu tidak susah kok.

Bintang dan Lazuardi
Bintang sangat sedih ketika diputus dengan tidak hormat oleh pacar pertamanya yang ternyata cuma memanfaatkannya, selingan sampai mantannya yang dulu kembali. Dia mencoba menahan amarah dan berjanji akan mencari cowok lebih baik dari mantan barunya itu, seseorang yang akan membuat semua orang iri, cowok yang lebih tinggi, lebih dewasa, dan menyukai Bintang apa adanya. Dan ketika dia bertemu dengan cowok impiannya, yang sayangnya salah satu melenceng dari persyaratan, lebih muda dari Bintang, apakah Bintang bisa menerima dia apa adanya?
Kenapa sih harus peduli dengan pendapat orang lain? Cinta nggak mengenal perbedaan usia :p

Satsuki Sensei
Satsuki gondok ketika dia harus piket bareng Evan, cowok yang sering usil dan sering menggoda Sansuki dengan sebutan Cewek Jagoan, Cewek Perkasa, dan yang membuat tenar nama Satsuki Sensei, Evan menyebut Satsuki seperti itu karena dia dulu pernah kalah dala pertandingan Judo dengan Satsuki. Yang lebih menyebalkan lagi Evan tidak mau bekerja sama dalam piket! Evan akan membantu Satsuki dengan syarat mereka harus melakukan pertandingan Judo. Apabila Evan yang menang, berarti Satsuki harus menjadi pacarnya. Apakah Satsuki akan mengalahkan Evan lagi?
Nggak ada salahnya kok kalau cewek lebih kuat dari cowok :)

Transformasi Sita
Sita kecewa ketika sahabatnya Bintang dan Satsuki tidak merespon akan perubahan yang dilakukan pada dirinya, memakai make up. Mereka cenderung mengejek, hanya ada satu orang yang selalu mendukungnya, yang mengajarinya menjadi lebih cantik, Leoni. Ketika Leoni genjar mendekati Eko, pacarnya. Sita tidak tahu siapa sebenarnya yang telah menikamnya dari belakang.
Kita memang harus jeli memilih sahabat, ada kalimat yang aku sukai di cerpen ini:
Di depan sahabat, tidak perlu pura-pura.
Di antara teman sejati, wajah aslimu tetap akan dihargai dan disayangi.
Kalau kau tersandung, mereka akan mengulurkan tangan. Meski kau menampik, mereka akan menanti, sabar, memberi pertolongan kalau kau memintanya.
Dewi Inspirasi
Dewi hanya bisa diam saja, pasrah ketika Leoni menjadi tenar akan ide-idenya yang sangat bermanfaat untuk sekolah. Memangnya bisa apa Dewi? Dia hanya anak ibu kantin, penjual gorengan, dia hanya lulusan SMP. Tidak ada yang tahu kalau sebenarnya ide itu muncul dari isi kepala Dewi, hanya ada satu orang yang mengetahui rahasia itu, Debora.
Bau bangkai lama-lama akan tercium juga bukan?
Tuhan akan memberikan petunjuk. Meski kadang kamu harus membabat duri dan semak yang menghalangi, sebelum bisa menemukan jalan setapak.
Kopdar
Hmm, mungkin judul ini nggak asing buat yang sering aktif di dunia maya lalu ingin aktif juga di dunia nyata, yap dengan Kopdar atau Kopi Darat kita akan bertemu langsung dengan orang yang sebelumnya hanya bercengkrama di internet. Aini juga mengalaminya, atau lebih tepatnya Aquamarine, dia sedang menunggu teman yang dikenalnya di dunia maya dengan id Rocket. Bgaimana kalau wujud Rocket jauh dari bayangan Aini selama ini? Walaupun orangnya asik tapi kalau fisiknya jelek apakah Aini masih mau berteman dengannya lagi?
 Kadang hati lebih utama daripada fisik.

Kabarnya...
Kabarnya, kalau ingin permintaanmu terkabul, letakkan apel terhijau yang kaumiliki di bawah pohon beringin pada malam hari. Esok harinya apelmu akan diganti dengan sesuatu yang berguna. Mungkin nggak akan secara langsung berkaitan dengan dirimu, tapi (kabarnya lagi) benda itu akan membantumu mewujudkan keinginanmu.
Bagaimana jadinya kalau awalnya hanya iseng tapi terjadi sungguhan? Apakah kita akan mensyukurinya atau malah menyesalinya?

Surat Cinta
Gimana sih rasanya mendapatkan surat cinta dari orang yang misterius? Apakah takut atau malah senang? Farah mencoba menyelidiki siapa orang yang menjadi secret admirer-nya, dan ketika asumsi terakhirnya jatuh pada Calvin, TIDAK MUNGKIN!

Devon, Itu Nama Gue
Devon, itu nama gue. Keren, itu nama tengah gue.
Cakep-cakep profesinya sopir, iya, sopir untuk adiknya, Evan, yang belum punya SIM jadi kemana-mana harus dianter sekaligus mengawasinya dan pacarnya, Bintang. Dia jadi sering senewen karena waktunya habis untuk sang adik apalagi kalau lagi belanja, kapan giliran dia punya pacar kalau kerjaannya jadi baby sitter terus?

Keseluruhan saya suka banget sama buku ini, covernya keren, di setiap bab ada kalimat yang indah, apalagi ceritanya. Awalnya cerita favoritku jatuh pada Bintang dan Lazuardi tapi setelah memasuki bab terakhir dan selesai membacanya, i'm falling in love with Devon. Di cerita Bintang dan Lazuardi udah ada sih sedikit tentang Devon, nggak taunya saya dikasih kejutan di cerita terakhir, mbak Donna bikin buku khusus Devon dong, ya ya ya, hehehe. Yang bikin menarik adalah ada benang merah di setiap cerita, ibaratnya (lagi) adalah sebuah puzzle yang tercecer, ketika disatukan kembali hasilnya, sempurna!
4 sayap untuk si kopi manis

Rabu, 30 November 2011

Bacaan Bulan November 2011


440357816

Gambar target buku untuk bulan ini, banyak yang meleset :(
Bulan ini masih gagal mencanangkan gerakan satu hari satu buku, ada sehari nggak baca sama sekali ada sehari yang habis dua buku, hehe. Bulan ini juga gagal namatin seri Mortal Instrumen, gara-gara di goda sama buku lain dan masih ada beberapa yang belum direview. Berikut data buku yang dibaca bulan ini (kalau nggak salah), ada satu buku yang nggak tamat dibaca :)
  1. Cinta Pertama by Ivan Turgenev
  2. Hold Me Closer, Necromancer by Lish McBride
  3. [baca ulang] Winter in Devil by Lisa Kleypas
  4. Where She Went by Gayle Forman
  5. [baca ulang] Blue-Eyed Devil by Lisa Kleypas
  6. [baca ulang] Smooth Talking Strangers by Lisa Kleypas
  7. [baca ulang] The Hunger Games by Suzane Collins
  8. Saraswati by Kanti W Janis
  9. [baca ulang] Cathing Fire by Suzane Collins
  10. Kedai 1001 Mimpi by Valian Budi
  11. Beastly by Alex Finn
  12. [baca ulang] Psyco Love by Syafrina Siregar
  13. To Kill a Mockingbird by Harper Lee
  14. LO Forever by Melanie Subono
  15. Life Traveler by Windy Ariestanty
  16. Senyum by Raina Telgemeier
  17. Empat Elemen by The Hermes & Friends
  18. Bittersweet by Danielle Steel
  19. Infinetely Yours by Orizuka
  20. Komik Naif #4 by Franki Indrasmoro
  21. Atas Nama Jiwa by Nova Riayanti Yusuf
Dan buku yang nggak selesai dibaca adalah Cinta Pertama by Ryonosuke Akutagawa. Bukan cangkir tehku saja, klasik :p

Liaison Officer Forever


10401685


by Melanie Subono

Thank to kak @adia311 yang sudah ngasih buku ini secara gratis (CD agnezmo masih tersegel, tapi sebelum akhir tahun akan di buka kok, ada voucher es krim gratis soalnya, hehehe), tetep ya bukunya nggak jauh-jauh dari musik :).
Saat elo menjadi seorang LO, lo nggak bisa menolak satu dan lain hal kalau itu bukan hal ilegal hanya atas dasar pendapat pribadi.
Pasti semua orang ngebayangin kalau menjadi orang di balik sebuah konser itu enak banget terlebih artis luar negeri, bisa ketemu langsung, foto-foto, peluk-pelukan, secara mereka cakep-cakep :p. Setelah membaca buku ini, ehmmm, pikir-pikir dulu deh.
Pertama-tama apa sih Liaison Officer (LO) itu? Jawabannya ada di buku pertama OUCH !! dan sayangnya saya belum baca dan pengen banget baca :(. Tapi, setelah membaca saya memahami LO adalah orang yang mengurus semua, mulai dari datang sampai pulang keperluannya si artis. Mereka yang bertanggung jawab penuh tentang si artis itu. LO ini mempunyai kitab suci, namanya Rider (daftar keperluan si artis selama berada di negara yang mereka kunjungi). Jenis Rider pun bermacam-macam, ada Production Rider (yang menggurusi alat musik), Security Rider dan Hospitality Rider. Di bab-bab awal kita akan lebih jauh mengerti tentang tugas-tugas mereka.

Nah, yang paling seru di buku ini adalah penulis membeberkan tingkah polah si artis di belakang panggung, jangan tanya gimana performa mereka di atas panggung, pasti spektakuler dong. Di balik semua itu, mereka sangat merepotkan bagi seorang LO. Mereka mempunyai keinginan, kesukaan, dan hobi yang berbeda-beda yang tidak jarang membuat seorang LO kewalahan. Contohnya, di buku pertama yang menjadi artis paling dasyat dan ribet, Mariah Carey alias si Mimi, dia meminta setiap karpet di kamar hotel-nya diganti dengan bulu-bulu pink, hihihi bulu domba siapa yang dicabut mb XD.

Di buku kedua ini, artis yang sering nonggol adalah Saosin, My Chemical Romance, Good Charlotte, BJORK, Brandon Boyd - Incubus, BEP, Flo Rida, Pit Bull, dsb. Banyak kemauan mereka yang sangat merepotkan LO, mulai dari barang bawaannya yang berjibun, makanan, baju, sampai kebiasaan yang aneh. Berikut apa saja kelakuan mereka :)):
  • Forever The Sichest Kids: mereka meminta menu makan yang yang spesifik, karena sebagian besar dari mereka adalah vegetarian murni.
  • Andrea Corrs: dia memesan bantal yang bukan dari bulu angsa, karena dia alergi.
  • Avenged Sevenfold: band cadas ini ternyata norak juga. Band yang terkenal dengan inisial A7X ini ternyata nggak jauh beda sama ABG alay, mereka suka banget foto, di mana saja.
  • Saosin: band yang hobi banget salaman sama fansnya, mereka juga nggak ribel masalah koper, satu koper untuk rame-rame, hehehe. Mereka juga suka makanan ekstrim.
  • BEP: mereka agak ngirit juga soal koper, mereka kan beberapa anggota, koper yang dibawa hanya 100. Fergie, kalau makan dia harus diterangkan apa saja komposisi makanannya (diet bok!)
  • BJORK: Dia menjadi saingan Mimi nih dalam soal heboh dan ribet, dia hanya satu orang dan koper yang dibawa kurang lebih ada 70 koper, setdah.
  • Westlife: Mereka membawa 5 pasang baju bengkel (ingat video Uptown Girl?), di punggung baju itu terdapat nama masing-masing personil, awalnya mb Mel seneng soalnya cucian mereka sedikit, ternyata setelah dikasih tau menager Westlife, tulisan nama mereka itu terbuat dari berlian asli, alhasil mb Mel mencuci pake tangan deh :D.
  • Brandon Boyd - Incubus: Dia jorok banget, nggak pernah ganti baju.
  • Benji dan Joel - Good Charlotte: Mereka suka barang KW. Band mereka juga suka banget sama makanan Indonesia, lebih tepatnya makanan anak kos, Indomie rasa soto.
  • Lost Prophet: Suka ngebungkus makanan kayak emak-emak yang habis pulang dari kondangan.
  • G-Way, vocalis My Chemical Romance: Gila, porsi makannya nyaingin akuh!
  • Flo Rida: Dia yang menggantikan award si Mimi di buku kedua ini, apa yang dilakukannya? Saya tidak bisa menjelaskan, baca tingkahnya aja melelahkan #piuh.
Itulah beberapa kebiasaan absurd band/penyanyi tersayang kita, masih banyak lagi terlebih penulis mengkategorikannya, contohnya jawara dari segi keanehan. Well, buku ini asik banget, kapan lagi coba kita mengetahui fakta tentang mereka? Paparazi malah kalah, yang jelas ini fakta karna si penulis alias si LO yang mengalaminya sendiri. Ada satu yang sangat menggangu di buku ini, TYPO! terlebih tanda bacanya. gaya penulisannya sih enak, nyantai, kayak kita cerita pengalaman kita ke temen-temen, lebih banyak kocaknya dari pada sedih, penulis bersenang-senang di atas penderitaan sendiri. Yah cuman itu sih kekurangannya, perlu seorang editor biar rapi dikit, hehehe. Saya rasa buku ini self publishing, soalnya saya tidak mendapati orang-orang dibalik buku ini selain penulisnya sendiri. Saya nggak bosan ngebacanya, ngakak terus, ditunggu kesengsaraan LO di buku selanjutnya, penasaran siapa yang menjadi The Next Bjork and Brandon Boyd =))
Dan kalau pun dari beberapa cerita ini lo menemukan hal-hal yang enggak banget, inget aja bahwa konser dan lagu-lagu mereka keren abis.

3 sayap untuk Inem si LO :p

Selasa, 29 November 2011

Infinitely Yours


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"

by Orizuka
editor: Andree & Gita Romandhona
sampul: Jeffri Fernando
penerbit: Gagasmedia
cetakan I: 2011
ISBN: 979-780-508-5
294 halaman
Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/infinitely-yours

Jingga dan Rayan, dua pribadi yang berbeda karakter menjalani sebuah tour bersama. bagaimana caranya dua orang yang tidak pernah cocok ini bertemu dan akhirnya menggelilingi negeri gingseng bersama?

Jingga, cewek nyentrik, periang dan cuek ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, bertemu kembali dengan native tour guide yang sukses mempesonanya di pertemuan sebelumnya, Kang Yun Jae.
Rayan, cowok serius, sinis, dan dingin ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, untuk menyelesaikan masalah, mencari jawaban kenapa pacarnya memutuskannya dan malah ingin menikah dengan pria Korea.
Jingga sangat menyukai negeri yang terkenal dengan operasi plastiknya ini dan Rayan sangat membenci negeri yang penuh dengan boyband ini.

Karna hanya satu tujuan Rayan, dia pun tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya seminggu di Korea untuk mencari Mariska. Dia memisahkan diri dari rombongan tournya, namun rencananya gagal untuk pergi sendirian karena Jingga tetap ngotot untuk ikut. Jingga beralasan dia tidak bisa meninggalkan rayan sendirian, karena dia adalah pasangan dalam rombongan, dia adalah tanggung jawabnya. Tentu Rayan sangat risih dengan kehadiran Jingga, hanya membuang nafas kalau melawan perkataannya, toh ada untungnya juga dia ikut, bisa sebagai penerjemah. Gara-gara mencari Mariska, mereka ketinggalan tour yang sudah terjadwal, Yun Jae pun berang lalu menyuruh mereka bertemu ke tempat yang sudah ditentukan.

Setelah menemukan jawaban yang dia cari, Jingga pun menghibur Rayan yang patah hati dengan mengajaknya berkeliling Korea, sebuah tour special, tour romantisme Korea.
Di mulai dari melihat puluhan ribu gembok cinta di N Seoul Tower, naik cabble car (kocak banget waktu Jingga menirukan adegan yang dilakukan Jun Pyo, tokoh Boys Before Flower XD), makan jajangmyeon (mi kecap kalau kata Rayan XD), membeli hoodie (kaos couple), membeli krim penghilang keriput untuk Rayan (karena dia jarang tersenyum), membeli couple ring, photosticker dengan gaya alay, menginap di Heartbeat Motel (karena rayan kehilanggan dompetnya, jadi menggunakan uang Jingga yang terbatas), ketinggalan rombongan tour lagi, dan menginap di rumah seorang pasangan kakek nenek yang mengira kalau Jingga dan Rayan adalah penggantin baru (banyak tips yang diberikan, hihihi). Seru dan kocak banget tour romantisme mereka. Gara-gara Jingga yang selalu ceria, perjalanannya pun ikut berwarna. Bahkan Rayan pun mulai tertular virus Jingga. bagaimana perjalanan mereka selanjutnya? Baca yuk :)

Mungkin novel ini memang untuk seneng-seneng, layaknya berwisata, kita ditunjukkan tempat yang jarang dikunjungi orang kalau berwisata ke Korea, Jingga menunjukkan sisi romantis yang ada di negeri yang mewajibkan setiap laki-laki melakukan wajib militer ini. Konfliknya simpel dan mudah ditebak, yang membuat seru itu adalah bagaimana Jingga membawa Rayan keluar dari kesedihannya, dengan tour romantisme itu. Serunya lagi, di tiap tingkah polah Rayan yang tidak biasa, Jingga mengabadikannya dengan memotret ekspresi Rayan dan membukukannya, penginggat semua hal yang terjadi selama di Korea. Karakter tokohnya nggak jauh beda sama yang biasa dibuat penulis, cowok yang sinis, dingin, cuek dan cewek yang ceria dan berkemauan keras. Bedanya, di sini si cowok nasipnya tidak mengenaskan seperti kebanyakan novel Orizuka, biasanya kan sengsara banget tuh, hehehe. Suka banget sama kemasan buku ini, mulai dari cover, ilustrasi di babnya, sampai daftar isi yang menggambarkan sebuah playlist berisi judul lagu yang sesuai sekali dengan isi tiap bab.
Bagian yang aku suka adalah ketika Rayan bilang, "Sekarang, kamu mau bayar pake apa?" LOL.

4 sayap untuk tour romantisme mereka. 

Empat Elemen


10496359



by The Hermes & Friends
penyunting: Jia Effendie
penerbit: The Hermes
cetakan I: Januari 2011
ISBN: 978-979-18103-6-4
205 halaman

Empedocles, seorang filsuf sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Perubahan terjadi karena elemen itu saling terpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan dan kematian dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya. - Pengantar Editor
Buku ini dipersembahkan untuk membantu para korban bencana alam di Mentawa dan Merapi. Berisi 29 cerpen/puisi/prosa dari 30 kontributor yang tiap cerita memiliki unsur api, air, tanah, dan air. Sesuai tema buku ini ditujukan, kebanyakan cerita berisi cerita-cerita tentang kepedihan, kehilangan, kesedihan dan pilu. Selain untuk membantu korban yang terkena musibah, buku ini juga berpesan agar kita mencintai lingkungan agar dia tidak marah dan rusak. Ada beberapa cerita yang saya mengerti, sedikit dan tidak sama sekali, hehehe. Maklum, saya tidak suka cerita yang berat-berat. Oke, review ini akan cukup panjang karena saya akan menjelaskan secara singkat komentar tentang cerita yang ada 29, siapkan tenagamu :)
  1. Demi Api Aku Mencintainya by @yuyaone: Suka, mengagetkan di akhir cerita. Bercerita tentang Shinta yang mencintai Rahwana yang mati di tangan Sri Rama. Kerasa sekali kesedihan Shinta, betapa dia mencintai Rahwana.
  2. Karnaval by @JiaEffendie: Agak binggung dengan ceritanya, mungkin ceritanya tentang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita mau, belajar ikhlas.
  3. Malam Itu, Saya Tak Membawa Api by @frezask: Sorry,saya tak mngerti apa maksud cerita ini.
  4. Buta by @rezaterpuji & @dinirahmi: Unik ceritanya, tapi saya binggung hehehe. Entah yang gila si ibu atau si pencerita.
  5. Gadis Api by @ksatria_cahaya: Sebuah puisi, saya tidak ahli dalam hal mencerna puisi, tapi cerita ini saya ibaratkan sebagai gunung berapi.
  6. Fluida dalam kandang by @mistchegeo: Saya mencerna si pencerita adalah air, apa lagi yang bisa menghidupkan baling-baling?
  7. Hujan dan Kedai Kopi by @seeska: Cukup ringan ceritanya, tidak mengandung pesan terselubung, hehe. Diputus oleh pacar lewat sms, tentang kenangan yang terhapus oleh hujan.
  8. Negeri Salju Abu-Abu by @9lights: Banyu, dia adalah para relawan bencana alam yang tidak pernah lelah mencari para korban yang hilang.
  9. Elegi Buat Seruni by @zeventina: seorang gadis yang sedih karena kehilangan, tapi ketika bertemu dengan anak jalanan, dia sadar ada kesedihan yang lebih mendalam di luar sana.
  10. Laila: Perempuan Berkekasihkan Ombak by @oijaw: Seorang perempuan yang merasa cintanya tak sebesar cinta selingkuhan pacarnya.
  11. Majimu by @danti25: Seorang ibu yang harus memilih menyelamatkan salah satu anaknya, dimana dua anaknya tertindih bongkahan kayu, hanya satu yang bisa diselamatkan. Aku suka cerita ini, harus memilih yang prioritas.
  12. Si Air Mungil by @iampandu: Tokoh utamanya adalah air, ia bisa menyamar jadi apa pun.
  13. Partitur Musim by @therendra: mengartikan empat elemen ke dalam empat musim.
  14. Selamat Pagi Jakarta! by @galoeh11: Jakarta yang kotor, panas, dan bau.
  15. Tiket by @tantehijau: Ibuu yang menyuruh anaknya untuk membuang tiket jackpot, karena dia tahu kalau menukarnya sama saja dengan bunuh diri.
  16. Membingkai Kenangan by @luckygs: Aku adalah anak gunung Krakatau, ceritanya unik, mengandung makna terselubung. Ternyata si pustakawati pandai merangkai kata juga :).
  17. Semua Hilang Dengan Hal-Hal Seperti Ini by @faridasusanty: Nah, muncul juga cerita dari penulis favorit saya, hehe. tetap ya ceritanya dark, seorang suami yang berselingkuh, ketika si selingkuhan ini mau membeberkan semua aksinya ke pada sang istri, si suami tidak akan membiarkan si selingkuhan mengambil apa yang dia punya.
  18. Pesan by @densapar: Bima menemukan kapsul waktu, dia menemukan kenangan Sophie, yang mencintainya.
  19. Air Mata by @arievrahman: Aku suka cerpen ini, simpel dan ngena. Mulai dari laki-laki yang melamar pacarnya, menikah, punya anak. Sampai suara lengkingan telepon yang merubah kehidupan Maria.
  20. Jika Cinta Jangan Mati by @ilaiana: Apa pun cara kita menghindari kematian, dia akan tetap selalu menang.
  21. Shunya by @putrafara: Lumayan juga cerita ini, walau sedikit membingungkan, gabungan empat elemen ke dalam satu cerita terbilang unik.
  22. Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu @sitttyasiah: Binggung, tentang kerinduan?
  23. Rindu by @myARTasya: seorang relawan yang mencari korban seorang anak tuna rungu di tengah letusan gunung yang sedang batuk.
  24. Sebuah Kotak dari Masa Depan by @piazakiyah: Binggung.
  25. Tanah Airku by @samdputra: Pak Darmo, tukang ojeg yang baik hati.
  26. Jiwa Ezra by @gembrit: Cukup binggung juga, reinkarnasi?
  27. Phoenix Api dan Keabadian by @aMrazing: Bara, sia api yang selalu membara, empat elemen dalam persahabatan empat orang.
  28. Senyawa by @rahneputri: Selain jago gombal, jago bikin puisi juga :)
  29. Fiksi Mini Dedi Rahyudi by @dedirahyudi: kumpulan beberapa fiksimini yang bertema empat elemen dari penulis.
Nah, kalau pengen lebih panjang lagi baca aja bukunya #pfft. Yak itulah penilaian subjektif dari saya, jadi belum tentu yang nggak saya suka berari jelek, cuman masalah selera aja. Masing-masing penulis punya ciri sendiri, ada yang penulisannya apa adanya, ada yang punya maksud terselubung di dalam cerita. saya sangat suka covernya! Buku ini bisa juga dibeli di www.hermesian.wordpress.com
3 sayap untuk tanah, air, api, dan udara

Petualangan Naif dan Mesin Waktu #4: Jerat-Jerat Waktu


Cover-komiknaif-4

by Franki Indrasmoro
story board & tinta: Suryo Nugroho & Joko Purwanto
penerbit: KPG
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-97-0388-8

Siapa sih yang nggak tahu sama grub band Naif? Band yang mengusung tema retro baik penampilan atau pun lagu-lagunya ini sudah tidak perlu lagi disangsingkan kalau di atas panggung. Nah, kalau di atas kertas bagaimana kiprah mereka? Saya baru tahu kalau Naif, atau lebih tepatnya Franki atau lebih dikenal dengan nama Pepeng, sang drummer, otak dibalik komik berseri ini yang tau-taunya udah seri keempat aja, hehe. Seneng banget waktu dikasih tau sama penerbit KPG kalau saya memenangkan buku ini, apalagi dipilih langsung sama penulisnya (lebih seneng lagi kalau ada tanda tanggannya) XD. Walau langsung lonjat ke komik keempat tidak membuat saya bingung, komik ini bisa berjalan sendiri walaupun lebih baik kalau membacanya secara urut. Cerita ini hanya fiksi belaka, jadi kalau ada kesamaan nama, tempat, waktu, abaikan saja :))

Cerita berawal dari Buya, manager Naif yang kelimpungan mencari anak asuhan mereka yang tiba-tiba menghilang, padahal konser mau segera dimulai. Akhirnya dia mencari naif gadungan, orang-orang yang mirip sama personel band Naif. Kocaknya, Naif gadungan ini tidak mengerti sama sekali tentang musik, yah walaupun tampangnya mirip XD. Lalu dimana Naif berada?

Jakarta, tahun 2024, David sang vocalis terlempar ke masa yang akan datang. Tau-taunya dia sudah berada di Heaven Devil Bar, tempat nongkrong anak Jakarta jaman besok, di sana dia mendapati keributan yang dilakukan oleh Jason, anaknya yang juga telah membuat sebuah band dengan nama Jasaon and The Ribs. Jason marah karena sang ayah melarangnya membentuk sebuah band, terjadilah konflik antara anak dan ayah. Setelah masalah selesai, David terlempar lagi di jaman bahulak.

Tahun 1933, David terlempar di masa penjajahan VOC. Di sana dia kembali bergabung dengan personil lainnya, Emil, Pepeng, dan Jarwo. Nggak taunya, Emil terlibat kisah cinta dengan Roekiyah, tapi sayang cinta tak terbalas. Setelah anggota band terkumpul semua mereka berencana pulang dengan radio antik yang membawa mereka melalang buana. Tapi, Emil tidak mau pulang karena ingin mengejar cintanya, terjadilah perkelahian antara Emil dan Pepeng, karena mereka harus pulang bersama-sama. Sewaktu bertengkar mereka tak sengaja menabrak radio antik dan tersedot ke masa jamannya Saung Kampret. Ada apa di sana? Baca deh :)

Seru, seru dan kocak. Selain disuguhkan dengan ilustrasi yang color full dan apik, kita juga dibawa ke masa yang bersejarah. Selain mendatangkan tokoh di masa itu, penulis juga memberi keterangan siapa mereka. Contohnya tentang Roekiyah dan Komik Saung Kampret (komik favorit penulis, buah tangan Dwi Koen). Lucunya lagi, waktu terlempar ke tempo doelu itu, bahasanya juga menggunakan ejaan van Ophuijsen, haha kocak deh pokoknya (tentu ada keterangan juga apa itu ejaan di buku). Kita nggak akan binggung waktu baca, selain bisa bikin ketawa, komik ini juga nambah pengetahuan juga, kan?

Kekurangannya? Terlalu tipis bukunya, hahaha. Nggak sampai setenggah jam saya sudah selesai bacanya. Selain itu konfliknya jadi cepet selesai, jadi yah berasa kurang, kurang tebel =))
Kita tunggu aja kelanjutannya, mau di bawa kemana lagi Naif menjelajahi waktu, baca-baca sih bakalan ada 5 seri. So, semoga lanjutannya lebih tebel dan cepet terbit :p
3 sayap untuk Jerat-jerat waktoe :)

NB: Tentang Penulis

Pepeng_naif
Franki Indrasmoro Sumbodo, lahir di Kudus 15 Januari 1976, ia lulusan D3 Fakultas Seni Rupa/Desain Grafis IKJ (1994-1999). Ketika berusia 17 tahun, pengoleksi action figure dan komik ini berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Menggambar Kobo-Chan (Elex Media Komputindo). Setelah itu Franki digaet majalah Hai sebagai Freelance Illustrator selama dua tahun (1993-1995).
Tahun 1995 ia banting setir ke dunia musik. Selain menjadi main talent video klip band Netral, "Walah", bersama David, Jarwo, Chandra, dan Emil, Franki mendirikan Band Naif yang masih eksis sampai sekarang (walau Chandra sudah mengundurkan diri pada tahun 2003). Di band tersebut, yang mempunyai panggilan akrab Pepeng, berperan sebagai drummer. Selain penulis lagu (Posesif), ia juga yang mendesain sampul kaset/CD beberapa album Naif dan memproduseri beberapa video klip Naif.
Franki juga membuat gebrakan baru dengan menjadi konseptor dan penulis komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Bisa mengenal lebih dekat lagi dengan Franki di www.frankiindrasmoro.com
Hmmm, dari sejarah dia dulu emang nggak jau-jauh dari nggambar ya :)

Bittersweet (Pahit Manis Kehidupan)

by Daniel Steel
alih bahasa: Ade Dina Sigarlaki
penerbit: Gramedia
desain sampul: Marcel A.W
cetakan I: Juni 2000
ISBN: 979-655-625-1
464 halaman

India Taylor, ibu rumah tangga yang memendam hasratnya untuk bekerja sebagai fotografer, profesinya sebelum menikah. Kehidupannya berubah total sejak menikah dengan Doug. Doug mengingginkan istrinya untuk mengurus rumah dan anak-anak, ingin keluarganya bahagia, terurus dengan baik. India mneuruti semua perinta Doug, mempunyaio empat anak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik selama 17 tahun.

India terpaksa menolak tawaran dari temannya untuk memotret sebuah peristiwa hebat, karena pada waktu meminta ijin ke Doug, dia malah memberi pilihan bererja atau becerai. Jelas India tidak mau mengorbankan pernikahannya, dia mencinai anak-anaknya. Sampai suatu ketika pada musim panas, dia bertemu dengan Paul Ward, laki-laki empat belas tahun lebih tua dari India, dia tampan, dewasa (idak hanya umurnya), ramah, memiliki kapal layar, kaya, dan dia menyukai Sam, anak terakhir India. Selama musim panas itu hubungan mereka menjadi akrab, saling curhat dan Paul mendukung akan mimpi India, tidak ada salahnya kalau dia bekerja. Merasa ada yang memperhatikan keinginannya, India lama-lama mempunyai rasa yang berbeda terhadap paul, sayangnya Paul sangat mencintai istrinya. India sudah lama tidak merasa dicintai, Doug terlalu cuek, dan mengganggap pernikahan mereka hanya rutinitas.

Musim panas berlalu, India kembali ke Westport, kembali ke rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Sampai dia mendengar kabar kalau istri Paul mengalami kecelkaan, India menghawatirkan keadaan Paul, dan benar Paul sangat sedih dan dia merencanakan berlayar dalam waktu yang tidak ditentukan untuk menghilangkan kesedihannya. Dengan telepon mereka saling berhubungan, saling mencurahkan kesedihan, saling mendukung. Berkat dukungan Paul, India akhirnya menerima tawaran temannya untuk memotret lagi, Doug jelas marah besar, tidak mau berbicara, dan lama-lama tidak seperti suami istri lagi. Doug juga marah karena India masih berhubungan dengan paul, mereka pun akhirnya memutuskan bercerai.

Ketika pulang dari pelayaran yang panjang, Paul ingin sekali bertemu dengan India, begitu sebaliknya, mereka sadar sudah saling mencintai satu sama lain. Mereka akhirnya memadu kasih selama seminggu. Kenapa cepat sekali? Paul masih dibayang-bayangi mendiang istrinya, dia binggung dnegan perasaannya sendiri, dia takut kalau sudah menghianati Serena, selain itu perbedaan usia, India yang mempunyai empat orang anak, jarak rumah mereka yang jauh juga menjadi rintangan. Keputusan diambil, Paul meninggalkan India dan kembali berlayar.

Awalnya sangat sangat membosankan, melulu tantang keegoisan Goug, tapi begitu India bertemu dengan Paul, mulai seru. Membaca ini kita jadi belajar tentang pernikahan, bagaimana sebaiknya mengambil sebuah keputusan yang tidak akan menghancurkan mahligai pernikahan #behhhh. Sebenarnya India sudah sangat baik sekali menjadi seorang istri dan ibu, dia dengan sepenuh hati melakukannya, sayangnya dia tidak mendapat penghargaan dari si suami, dia merasa dicuekin. Ditengah kebosanan itu dia kembali keingat mimpi kecilnya, menginggat kesukaannya yaitu memotret tapi Doug mengira kalau dia bekerja India jadi lupa akan tugas dia sebenarnya. Ketika dia bertemu orang yang mendukung pilihannya, perasaannya pun mulai goyang pada sang suami karena dia tidak mendapat dukungan itu. Pokoknya India tipe cewek yang kuat deh, suka sama karakternya, apalagi dia menghadapi kesedihan yang bertubi-tubi setelah perceraiannya. Jadi tahu kenapa covernya sebuah kapal layar, melihat endingnya cocok deh :)

3,5 sayap untuk ibu rumah tangga yang hebat


PSYCHO LOVE

by Syafrina Siregar
penerbit: Gramedia
cetakan I: Mei 2007
ISBN: 979-22-2879-9
224 halaman

[baca ulang]

Sinopsis
Amira Januari -- psikolog muda terkenal -- memiliki klinik yang selalu ramai, klien yang banyak, talkshow di radio dengan rating tinggi, dan mengasuh rubrik konsultasi di koran nasional. Masa depan yang cerah berada di genggamannya.
Hanya ada satu hal. Mira fobia pada publikasi dan pernikahan. bahkan Ardi, pengusaha sukses di usia tiga puluhan.
Hingga suatu hari, sebuah peristiwa menempatkan Mira sebagai pesakitan. Publikasi yang berlebihan menghancurkan masa depannya, karier, hidup, dan nama baiknya.
Satu-satunya jalan baginya adalah melarikan diri...

My Review
Dulu pas pertama baca suka banget, kasih empat sayap malah. Tapi, sewaktu membelinya dengan harga 10K saja di Gramedia Solo dan membaca ulang, penilaian agak berubah, hehe. Ceritanya cukup unik, mempermainkan konflik.

Mira mempunyaio klien yang ingin bercerai dengan suaminya dengan alasan sepele si suami melarang si istri bekerja, si istri tidak mau dikekang. Kakak si klien jelas geram dengan sikap kekanak-kanakan adiknya itu dan meminta iparnya untuk bicara baik-baik dengan si istri. Pusing menghadapi kemuelut rumah tangganya, si ipar nggak sengaja bertemu kembali dengan mantan pacarnya waktu kuliah dulu, dan setelah beberapa kali bertemu, ternyata rasa cinta yang dulu bersemi kembali. Di samping itu, si kakak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang perempuan yang cuek baik sikap maupun penampilan. Dia pun mencoba menggaet hati perempuan tersebut. Binggung? Baca aja deh soalnya ceritanya mudah ditebak.

Kenapa penilaian menurun? Dulu jatuh cinta banget sama tokoh Ardi, tapi sewaktu baca ulang sikap dia yang malah kekanak-kanakan, waktu Mira kena masalah dia malah ikut menyalahkan, membenci dan mencercanya. Dia juga seenaknya sendiri, tipe apa yang aku mau harus aku dapat. Selain itu, hubungan Mira dan Ardi terlalu cepat, cerita tentang mereka kurang banyak. Mira juga plin plan, binggung milih Putra atau Ardi. Yah, lumayan kok, nggak bosan untuk dibaca dan covernya keren! Sesuai dengan Mira yang pusing mengatasi masalah sendiri, padahal dia seorang psikolog :))

3 sayap untuk PSYCHO LOgiVE

Smile


11928863


by Raina Telgemeir
penerjemah: Indah S. Pratidina
editor: Dini Pandia
penerbit: Gramedia
cetakan I: Juni, 2011
ISBN: 978-979-22-7093-8
224 halaman

Pernah punya pengalaman seru dengan gigi? Gigi bolong, karatan, behelan mungkin? XD. Kalo iya, berarti kamu punya kesaman dengan Raina, gadis kelas enam ini hari-harinya selalu diidi tentang gigi, gigi, dan gigi. Keinget, dulu ada temen yang juga make kawat gigi, kepengen dan minta gigi dikawat juga tapi dulu ibu bilang, "untuk apa? Gigi kamu rata, udah bagus juga" XDD *pamer gigi*. Kalo di luar sana sih pake kawat gigi itu aib, kalo di sini kebanyakan buat gaya aja, hihihi *peace*.

Ok, beralih kecerita. Pada suatu malam, ketika Raina pulang dari perkumpulan pramuka dia diantar oleh teman-temannya, sewaktu mau menuju rumah dia membuat permainan siapa yang terakhir berarti telur busuk :p. Nah, waktu lari-lari untuk menjadi yang pertama, tiba-tiba Raina terjatuh dan dia mendapati giginya copot dua. Ibunya langsung membawa dia ke Orthodontis dan sang dokter menyuruh untuk merendam gigi yang copot tadi ke dalam susu selama 20 menit.

dr. Golden memasang kembali gigi yang copot tadi dengan gips untuk membantu gigi tetap di tempat selama masa penyembuhan. Tapi waktu diperiksa lagi, ternyata waktu giginya copot tulang atasnya juga rusak sehingga posisi dua gigi terdepan lebih tinggi (ngeri lihat rontgen-nya). dr. Golden pun meminta bantuan Endodontis untuk mencabut gigi, membersihkannya sampai ke akar, di bor, diisi semen lalu ditutup dengan alat yang panas membara. Lalu si dokter mencetak gigi Raina untuk mulai dipasang Bracket pada gigi depan lalu mengikatnya dengan geraham. Bebrapa hari kemudian, Rania disuruh memakai Headgear, kawat yang diikiat ke kepala guna mempercepat perbaikan overbite. Awalnya kawat menggunakan tekanan perlahan lalu sedikit-demi sedikit tekanan ditambah supaya gigi bergerak.

Smile2Smilegear

Sayangnya, setelah beberapa bulan memakai dua kawat tidak membuahkan hasil, gigi Raina tidak terlalu merespon perawatan karena gigi depan Raina melesak ke tulang rahang sehingga tidak dapat digerakkan dengan perawatan Orthodontik. Dokter pun menyarankan untuk ekstraksi atau mencabut kemudian membuat retainer dengan tempelan gigi bagus untuk mengisi celah. Dengan kawat penuh, bisa mengerakkan seluruh geligi atas ke bawah, proses ini membutuhkan waktu dua tahun.

Smile

Yah, setidaknya seperti itulah prosesnya sampai gigi asli berdekatan, selain itu Raina juga harus sering membawa karet gelang untuk mengoreksi rahang atas dan bawah yang tidak sejajar. Kait kecil ditempelkan ke kawat tertentu di gigi atas dan bawah, lalu karet gelang di rentangkan di antaranya. Merepotkan sekali, hehehe.

Bird-t_ca0-articlelarge

Apakah cuman tentang gigi saja? tentu tidak, saya perjelas tentang gigi ini karena saya suka tentang segi kesehatannya, soalnya dulu pas kuliah tidak terlalu mempelajari lebih dalam soal gigi, hehe. Masalah gigi ini juga berefek pada kondisi psikis Raina yang sedang beranjak remaja. Dia menjadi tidak pede, tidak boleh makan sembarangan, diolok-olok sahabatnya, mengalami gempa bumi sampai ke masalah percintaan. Dia takut dengan memakai kawat gigi dia disangka kutu buku dan tidak ada cowok yang akan meliriknya. Kawat gigi sudah menjadi bagian dari diri Raina.

Promo_smile_flatSmile1

Aku berhenti mengasihani diri dan memusatkan pada hal-hal yang ku gemari. Aku sadar telah membiarkan penampilan luarku mempengaruhi perasaan di dalam. Semakin aku fokus pada hal-hal yang kuminati, semakin banyak hal yang kusuka pada dirimku. Dan itu mempengaruhi cara orang lain memandangiku!
Seru, kita dimanjakan akan ilustrasinya yang full colour, tidak hanya itu, ilustrasinya pun kadang ada yang kocak, sedih sesuai sekali deh dengan ceritanya. Sayangnya, penjelasan tentang seluk beluk gigi tidak terlalu jelas, contohnya perbedaan Orthodontis dan Endodontis, Headgear, Blacket, dsb. Konfliknya sederhana, khas remaja. Awalnya ingin memberikan 3 sayap tapi setelah bukunya dibolak balik, menikmati lagi ilustrasinya, covernya yang simpel dan saya suka dengan karakter ibu Raina, di cepat tanggap, dan dia selalu memberi dukungan pada anaknya ketika mengalami kesusahan, salah satunya dia menghadiahi Raina ketika giginya luka parah, sebuah dukungan yang kadang sangat perlu. Penilaian pun berubah.
4 sayap untuk si kawat gigi :)

NB:
Tentang Penulis

5671304034_0730b47610
Raina Telgemeire tumbuh di San Fransisco, lalu pindah ke New York City, tempat dia memperoleh gelar sarjana ilustrasi di School of Visual Arts. Komiknya pernah mendapatkan nominasi Ignatz, Cybil, serta Eisner Award, dan muncul di Web, majalah, dan berbagai antologi. Dia mengadaptasi dan menggambar grafik novel The Baby-sitters Club, yang kemudian masuk daftar YALSA's Great Graphic Novels for Youth pada 2007. Karya terbarunya X-Men: Misfits, yang ditulisnya bersama suaminya, Dave Roman, diilustrasikan oleh Anzu dan masuk daftar bestseller New York Times. Untuk mengenal Raine lebih jauh, kunjungi websitenya di www.goRaina.com (website-nya keren banget loh).

Senin, 28 November 2011

Beastly

By: Alex Finn
penerjemah: Harissa Permatasari
penyunting: Prisca Primasari & Esti A. Budihabsari
penerbit: Mizan
cetakan I: Maret, 2011
ISBN: 978-979-433-612-0
409 halaman

Pernah nonton film Beauty and The Beast yang melegenda itu? kalu sudah tentu tidak asing dnegan novel Beastly, versi modern-nya, versi abad 21.

Kyle Kingsbury, cowok paling tajir, populer, di sayang guru di sekolahnya, ayahnya juga seorang pembawa acara berita ternama, mempunyai cewek cantik dan sexy, lengkap deh hidupnya. Sayangnya, semua anugrah itu telah membuat mata Kyle menjadi 'buta', dia menjadi angkuh, sombong dan suka meremehkan orang-orang tidak populer. Kyle merasa tersinggung ketika Kendra Hilferty, cewek gotik dimana dia keberatan dengan adanya surat suara pesta dansa kelas sembilan untuk memilih para bangsawan. Dia merasa tidak ada gunanya, kenapa mereka harus diperlakukan seperti itu? Berdasarkan apa? Hanya terpaku pada kecantikan fisik.
Merasa diremehkan, Kyle pun membuat sebuah rencana dimana nantinya akan sangat disesalinya. Dia mengajak Kendra untuk datang ke pesta dansa bersamanya, yang aslinya, Kyle membiarkan Kendra besar mulut dan pas pesta dansa berlangsung dia tetap akan pergi bersama pacarnya, Sloan Hagen. Hari H pun datang, Sloane marah kepada Kyle dan membuang korsase karena tidak sesuai yang diharapkannya bunga anggrek pesanannya, yang malah membawa mawar putih. Kyle memunggutnya dan memberikannya kepada gadis penjaga tiket dansa.
Sebenarnya, Kendra sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Kyle, dia hanya memberi kesempatan terakhir. Kendra ingin memberi pelajaran pada Kyle bagaimana rasanya menjadi jelek, buruk rupa. Kendra ingin Kyle belajar dari kesalahannya, maka Kyle baru bisa mematahkan mantra yang dibuat Kendra. Yub, Kendra adalah seorang penyihir, dan dia merubah Kyele menjadi makhluk buruk rupa.
Kendra memberi waktu dua tahun pada Kyle untuk menemukan seseorang yang bersedia menerima keadaan Kyle apa adanya, memandang Kyle di balik keburukan fisiknya tapi juga hatinya. Kyle harus mencari cinta sejati dan mengukuhkannya dengan sebuah ciuman agar kutukan tersebut bisa terangkat, kalau tidak, Kyle akan menjadi makhluk buruk rupa selamanya.
Berbagai upaya pun dilakukan Kyle dan ayahnya untuk merubah fifiknya, mulai dari ahli bedah plastik sampai cenayan tapi tentu saja nihil. Putus asa, ayah Kyle akhirnya membeli sebuah kastil besar untuk Kyle, ya, menjauhkannya dari dunia luar, ayahnya takut kalau kondisi fisik Kyle akan mempengaruhi profesinya. Kyle sangat sedih sekali, sewaktu mencari 'obat' Kyle merasa dekat dengan ayahnya dimana sebelumnya mereka tidak pernah sedekat ini, ayahnya terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Kyle tidak sendirian di 'istana' itu, dia ditemani oleh seorang pengurus rumah tangga yang setia dan tidak pernah mengolok-olok Kyle akan keadaannya, Magda, dan seorang tutor yang dibayar sangat mahal dan juga buta agar Kyle tidak ketinggalan pelajaran, Will Fratalli.
Berbulan-bulan Kyle hidup dalam kesendirian, kesepian, kesedihan, terasingkan. Hingga suatu malam dia memergoki seorang laki-laki paruh baya yang mengusik 'istananya'. Karena takut akan wujud Kyle dan masih tetap hidup, dia pun menawarkan Kyle seorang gadis untuk menjadi pacarnya, anaknya sendiri. Tentu itu sesuatu yang luar biasa bagi Kyle, dia sudah putus asa mencari cinta sejati guna mematahkan mantra Kendra. Dia pun mulai menyambut kedatangan gadis itu, memantaunya di cermin yang diberikan Kendra, menata kamar gadis itu sendiri, Kyle ingin membuat gadis itu senyaman mungkin di istananya, karena dia akanmenjadi tahanannya. Dia tak sabar menunggu kedatangan Linda Owens, gadis yang pernah diberi mawar putih di pesta dansa dulu.
Apakah Linda menerima saja sebagai tahanan Kyle? Apakah dia bisa merubah sifat Kyle dan membuatnya tulus mencintainya? Karena dongeng klasik, tentu mudah ditebak dong :)
"Orang-orang sangat mementingkan penampilan, tapi setelah itu, saat kau sudah mengenal seseorang dengan baik, kau bahkan tidak memperhatikan penampilannya lagi, ya kan? Karena begitulah penampilan mereka."

Awal baca absurd juga sih, kayak nggak cocok aja kalau dibuat versi modern, tapi memungkinkan juga soalnya sekarang pun banyak cerita aneh-aneh, hehehe. Makanya, kehidupan Kyle pun berjauhan dari dunia luar, dia selalu mengurung diri. Ada sih adegan waktu dia di kereta mau menyelamatkan Linda, dia kepergok manusia, dan ya gitu deh, lebay, hehehehe. Aku pikir di filmnya wujud si Kyle beneran penuh bulu, ternyata tidak, mungkin karena absurd tadi ya makanya diperhalus. Bosan? Tidak juga, aku malah sangat menikmatinya, ceritanya mengalir, kita bisa merasakan betapa kesepiannya Kyle, merasakan perubahan sifatnya sedikit demi sedikit, recomended deh buat yang suka baca cerita romance fantasy ringan. Apalagi waktu bacanya bayangin si Alex Pattifier yang jadi si Beast, sedapppp :))

Ini wujud mosternya
Ini versi tampannya



3 sayap untuk si makhluk buruk rupa.

Rabu, 16 November 2011

Identification Pass

District 2 with Cato :))

Senin, 14 November 2011

Catching Fire

Catching Fire (The Hunger Games #2)
by Suzanne Collins
Alih bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I: Juli, 2010
ISBN: 978-979-22-5981-0
428 halaman


Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....


Minggu, 13 November 2011

The Hunger Games

Hunger Games
by Suzanne Collins
alih bahasa: Hetih Rusli
penerbit: Gramedia Pustaka Utama
cetakan I: Oktober 2009
ISBN: 978-979-22-5075-6
408 halaman


Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Where She Went

Where She Went (If I Stay #2)
by Gayle Forman
alih bahasa: Poppy D. Chusfani
editor: Dini Pandia
penerbit: Gramedia Pustaka Utama
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-22-7650-3 
240 halaman

"Tiga tahun sudah berlalu sejak cinta Adam menyelamatkan Mia setelah kecelakaan yang memorakpandakan hidup gadis itu...
... dan tiga tahun sejak Mia pergi dari kehidupan Adam untuk selamanya."




Yub, lanjutan If I Stay (Jika Aku Tetap Di Sini) ini menceritakan kehidupan Mia dan Adam setelah kecelakaan yang membunuh orang tua dan adik lelaki Mia. Sudut pandang penceritanya dari Adam.

Menceritakan kehidupan Adam yang hancur setelah ditinggal Mia tanpa kabar dan pesan apa pun. Adam bingung dengan dirinya, salah apa? kenapa Mia meninggalkannya? Di tengah kepurukannya, Adam mencurahkan seluruh perasaanya dalam lima belas lagu dan tak disangka, lagu-lagu tersebut meledak di pasaran. Melalui album Collateral Demage yangmasuk tangga Billboars, Shooting Star, grup band Adam, menjadi bintang rock terkenal.

Menjadi terkenal, Adam mulia berubah, seperti yang dikatakan Mia, dia masuk kategori "cowok," orang brengsek, playboy, kecanduan obat, menjadi temperamental, hubungan dengan personil band lainnya pun tidak harmonis. Adam seperti kehilanga dirinya sendiri.
Menjadi terkenal, Adam kehilangan kehidupannya yang normal, merasa tertekan dengan banyaknya tur yang akan dijalani bandnya. Enam puluh tujuh malam, empat belas negara, tiga puluh tiga kota, beeberapa ratus jam dalam bus tur. Semua itu membuat Adam gila, terseret arus, masuk ke pusaran yang tidak tahu dimana muaranya. Ketika dia berjalan-lalan untuk menjernihkan pikirannya, tak sengaja dia melihat poster gadis yang selama ini selalu dirindukannya, poster itu bertuliskan SERIAL KONSER MUDA MEMPERSEMBAHKAN MIA HALL. Setelah bangkit dari koma, Mia benar-benar berjuang untuk hidup, berjuang agar tetap tegar dari kematian naas keluarganya, berjuang mewujudkan mimpinya menjadi pemain cello profesional. Cello memperbaiki suasana hati Mia. Setelah sembuh, dia berangkat ke Juilliard dan tidak pernah kembali lagi ke Adam.

Melawan perang batin, Adam pun memasuki Zankel Hall, bukan untuk melihat, hanya mendengarkan. Setelah konser selesai, Adam terkejut ketika petugas pintu masuk mengatakan kalau Mia ingin bertemu dengannya. Nah, ini adalah bagian yang paling saya tunggu-tunggu.
"Naluri pertamaku bukanlah memeluknya atau menciumnya atau meneriakinya. Aku hanya ingin menyentuh pipinya, yang masih merah setelah pertunjukkan tadi. Aku ingin menembus ruang yang memisahkan kami, yang hanya beberapa meter --bukan berkilo-kilo meter, bukan diseberang benua, bukan tahunan-- dan mengusapkan jemariku yang kapalan ke wajahnya. Aku ingin menyentuhnya untuk memastikan ini benar-benar dirinya, buka salah satu mimpi yang sering sekali menghantuiku setelah dia pergi, mimpi ketika aku melihatnya sejelas pada siang hari, siap menciumnya dan merangkulnya, lalu aku terbangun dan menyadari bahwa Mia berada di luar jangkauanku."
Jleb.
Setelah bertemu, Mia mengawali basa basi, sedangkan Adam banyak pertanyaan yang ingin dilontarkannya namun tak kunjung terucap. Kemana kau selama ini? Apakah kau prnah memikirkanku? Kau menghancurkanku. Apakah kau baik-naik saja? Merasa berlawanan arah, di mana Adam terbawa arus yang deras sedangkan Mia berada ditepian, Adam pun pergi meninggalkannya. Tak mau kehilangan kesempatan, Mia langsung mengejar Adam dan membawanya dalam perburuan rahasia kota New York. bagian ini menginggatkan saya seperti adegan dilm Before Sunrise/ Sunset, kedua tokoh utama berjalan-jalan mengelilingi kota dan saling bercerita tentang dirinya sendiri. Mia bercerita tentang Juilliard, tentang kehidupannya setelah sembuh, sedangkan Adam saling sahut menyahut dengan ceritanya Mia, berkunjung ke masa lalu. Misalnya ketika Mia berkata Adam berubah, maka akan flash back dimana dia mulai mengalami perubahan itu. Dan bagian dari acara jalan-jalan mereka yang aku sukai adalah:
"Berhenti tidak sulit. Memutuskan berhentilah yang sulit. Tapi, begitu kau sudah melakukan lompatan mental itu, sisanya mudah."
"Sungguh? Jadi begitukah caramu berhenti menghubungiku?"
Jleb. Jleb.
Menohok banget pertannyaan Adam ini buat Mia, bagaimana tidk/ sejak awal bertemu, mulut adam sudah gatal ingin menanyakan alasan kenapa Mia pergi meninggalkan dirinya. Untuk mengetahui jawabannya, bacalah sendiri, kau akan ikut terseret oleh arus yang deras bersama Adam.

Dia awal saya sudah menuliskan kalau sudut pandang penceritanya dari Adam, dan sangat sangat menyukainya. Saya ikut terseret oleh perasaan Adam, bagaimana dia hancur akan kehilangan Mia, terseret adam untuk melewati satu hari, hanya satu hari, satu periode dua puluh empat jam untuk kau lewati. Bagaimana perasaan Adam yang carut marut ketika bertemu dengan Mia lagi. Saya sangat suka dengan buku ini, penulis menyelesaikannya benar-benar tuntas tas. Awalnya saya berpikir setelah bertemu yaudah selesai, tapi saya puas dengan endingnya. Selain itu, dalam selingan tiap bab, penulis juga mencantumkan potongan lirik lagu dari album Collateral Demage, tambah dekat lagi kita dengan Adam. Saya kasih contoh dari lagu yang paling saya suka dan merupakan lagu kebangsaan Shooting Star, Animate:
"First you inspect me
Then you dissect me
Then youreject me
I wait for the day
That you'll resurrect me"
 Selain "lebih dekat" dengan Adam, kehidupan Adam mencerminkan kebanyakan artis yang sedang booming. Saya jadi sedikit memahami kenapa para artis tersebut setelah terkenal malah "rusak," bunuh diri, ketergantungan obat, depresi sehingga tidak sedikit artis yang masuk rehabilitasi. Mereka kehilangan diri sendiri, kehilangan privasi, tidak bisa menjalani kehidupan yang normal lagi, selalu ada kamera yang merekam tindak tanduk mereka. Pusing, tertekan, letih karena jadwal manggung yang padat. Karma, begitu kata Adam ketika seseorang mendapatkan ketenaran dan kekayaan.

Alurnya melompat-lompat, dari masa sekarang- masa lalu- dan kembali kemasa sekarang, cepat dan tidak membuat bingung karena benar-benar mengalir sesuai langkah Adam. Where She went adalah bukunya Adam, kita akan tahu semua tentang Adam sedangkan If I Stay adalah bukunya Mia. Jadi, kalau benar-benar ingin mendapatkan "feel" buku ini, ada baiknya membaca buku yang pertama karena sangat berhubungan. Perasaaan Mia juga tergambar, apa lagi di bagian akhir-akhir, yah seperti kalau kita makan harus ada makanannya bukan? sama seperti itu, Where She Went adalah minumannya sedangkan If I Stay adalah makanan pokoknya. Suka covernya, Adam banget! jauh lebih suka covernya daripada buku aslinya di mana menurut saya lebih cocok untuk buku pertama. Saya tidak begitu memperhatikan apakah ada typo atau tidak karena saya sudah ikut terhanyut oleh pusarannya Adam, bersama dirinya #eaaaaa.

Well, 5 sayap untuk Adam Wilde yang liar :p

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...