Senin, 06 Juli 2015

Above The Stars by D. Wijaya | Book Review

Above The Stars (YARN #13)
Penulis: D. Wijaya
Penyunting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0884-5
Cetakan pertama, Juni 2015
248 halaman
Buntelan dari @authorde
“Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.



Danny menggeleng.


“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”

Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.

Minggu, 05 Juli 2015

June in Review | Monthly Recap


Hai halooo, memasuki bulan ketujuh dan masih bulan Ramadhan, belum bocor, kan? Tetap semangat terus ya, udah mau memasuki pertengahan bulan jadi nggak bakalan lama lagi :D. Bulan kemaren adalah bulan yang sangat membahagiakan bagi saya, mungkin juga karena efek bulan Ramadhan, bulan yang penuh rejeki dan nikmat. Ada lomba review yang berhasil saya menangkan dan hadiahnya nyenengin banget, kemudian banyak juga tawaran dari penulis untuk mereview buku mereka, seneng dobelnya lagi hampir semua tawaran tersebut saya puas, suka dengan bukunya, jadi nggak ada beban juga untuk menulis reviewnya. Bulan kemaren juga bisa dibilang bulan boros, karena saya juga banyak beli buku. Alasannya sih untuk melengkapi koleksi series favorit :D.

Beban moral ketika mendapatkan buntelan adalah kalau ratingnya di bawah tiga sayap. Saya selalu menekankan kalau review saya jujur, apa adanya, sesuai dengan apa yang saya rasakan, jadi berharapnya penulis atau penerbit tidak kaget terlebih kecewa dengan hasil review saya nanti. Ada yang pernah bilang kepada saya bahwa harga sebuah kejujuran itu sangat mahal, tidak bisa dibayar hanya dengan satu bahkan sekardus buku, dan saya setuju. Saya sangat menghargai kalau pihak penulis atau penerbit meminta saya mereview dengan sejujurnya, kalau pun tidak bagus bisa menjadi pembelajaran bagi mereka, mempelajari kesalahan dan berusaha lebih baik lagi, dan saya sangat menghargai itikad baik tersebut.

Sabtu, 04 Juli 2015

12 Tahun GagasMedia #TerusBergegas


Hai hallo, hari ini adalah hari ulang tahun GagasMedia yang ke-12, udah beranjak remaja, nih :D. Sejak ulang tahunnya yang ke-10, GagasMedia merayakan dengan memberi Kado Untuk Blogger, yang ulang tahun malah yang ngasih kado dan saya nggak pernah absen XD. GagasMedia adalah salah satu penerbit yang bukunya sering banget saya baca, ada suka dukanya juga. Bagian senengnya beberapa kali saya menang kuis, banyak penulis favorit saya jebolan Gagas. Dukanya sebenernya nggak banyak juga, kecewa dengan event Love Circle kemaren itu, tapi nggak pa-pa, saya masih dan akan terus memberikan kesempatan kepada Gagas semoga untuk kedepannya lebih baik lagi, manusia aja nggak ada yang sempurna apalagi sebuah penerbitan :D.

Kalau sebelumnya mengambil tema #unforgotTEN dan #11TanpaBatas, tahun ini tema yang dipilih adalah #TerusBergegas. Saya mengartikan Terus Bergegas adalah semangat untuk terus maju, semangat untuk terus melakukan dan memberikan hal yang terbaik kepada pembaca tanpa menyia-nyiakan waktu yang ada, selalu produktif berkarya dan menghadirkan penulis baru yang memiliki bakat menulis terpendam. Menghadirkan tema-tema cerita dan serial yang lain dari pada yang lain. Terus bergegas menghadirkan kreatifitas tanpa batas.

Kamis, 02 Juli 2015

Dangerous Game by Christina Tirta | Book Review

Dangerous Game
Penulis: Christina Tirta
Editor: Donna Widjajanto
Desain sampul: Dadan Erlangga
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0524-0
Cetakan pertama, Mei 2014
336 halaman
Buntelan dari @MVFShop
Bagi Josephine alias Josie, masa lalu bukan hanya kenangan manis, tapi juga cinta yang suram dan berbahaya yang membayangi hidupnya. Setengah mati ia ingin terlepas dari perangkap itu.



Namun saat ia bertemu dengan kakak-beradik Mario dan Nicole, lagi-lagi ia terjerembap ke lubang yang sama. Mario yang memikat hatinya ternyata juga memikat hati Kayla, sahabatnya. Tapi bukan itu yang menyeret Josie ke dalam sebuah permainan berbahaya.



Nicole, memesona dan penuh misteri, menuntunnya ke dalam permainan yang tak ingin ia mainkan. Dan lagi-lagi Josie harus memilih antara cinta dan nuraninya.

Ini bukan sekadar kisah cinta segitiga.

Ini kisah cinta yang tidak biasa.

Kisah cinta yang menggiringmu ke dalam permainan berbahaya.


“This is a very nice thriller novel. Alurnya jelas, dengan tokoh-tokoh yang menarik dan konflik yang menegangkan. Kita bisa merasakan empati baik pada tokoh protagonis maupun antagonis.”Lexie Xu; Penulis Johan Series.

Dangerous Love by Christina Tirta | Blog Tour, Book Review, Giveaway

Dangerous Love
Penulis: Christina Tirta
Editor: Donna Widjajanto
Desain sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1679-6
Cetakan pertama, Juli 2015
296 halaman
Buntelan dari @MVFShop
Dunia Catherine luluh lantak saat ibunya menikah lagi dengan Ayah Chantal. Chantal adalah gadis manis yang menyenangkan dan dicintai seluruh dunia. Hanya Catherine yang bertekad membencinya sepenuh hati. Bagaimana tidak? Chantal merebut Mami, satu-satunya orang yang ia sayangi. Chantal bagaikan tsunami yang menghancurkan kehidupan Catherine.

Namun, membenci Chantal bukanlah masalah terbesar Cath.

Hidupnya makin berantakan seperti keping-keping puzzle yang berserakan sejak Christ, pria misterius yang dikenalnya di kafe tenda Joe berhasil mencuri hatinya. Ia terpaksa menjalani kebohongan yang bagai jerat tak berujung pangkal.

Tertatih-tatih Cath berusaha melepaskan diri. Melewati berbagai rintangan yang membuatnya mengalami dan menyadari arti cinta dan benci.

Mencintai dan dicintai.

Membenci dan dibenci.

Sanggupkah Catherine terbebas dari perangkap itu dan menyusun keping-keping puzzle-nya hingga utuh?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...