Jumat, 29 Juli 2016

Resensi: Crazy Rich Asians Karya Kevin Kwan

Judul buku: Crazy Rich Asians (Kaya Tujuh Turunan)
Penulis: Kevin Kwan
Alih bahasa: Cindy Kristanto
Editor: Meggy Soedjatmiko
Sampul: Martin Dima
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1443-3
Cetakan pertama, 20 Juni 2016
480 halaman
Buntelan dari @gramedia
Ketika Rachel Chu, dosen ekonomi keturunan Cina, setuju untuk pergi ke Singapura bersama kekasihnya, Nick, ia membayangkan rumah sederhana, jalan-jalan keliling pulau, dan menghabiskan waktu bersama pria yang mungkin akan menikah dengannya itu. Ia tidak tahu bahwa rumah keluarga Nick bagai istana, bahwa ia akan lebih sering naik pesawat pribadi daripada mobil, dan dengan pria incaran se-Asia dalam pelukannya, Rachel seperti dimusuhi semua wanita.

Di dunia yang kemewahannya tak pernah terbayangkan oleh Rachel itu, ia bertemu Astrid, si It Girl Singapura; Eddie, yang keluarganya jadi penghuni tetap majalah-majalah sosialita Hong Kong; dan Eleanor, ibu Nick, yang punya pendapat sangat kuat tentang siapa yang boleh—dan tidak boleh—dinikahi putranya.

Dengan latar berbagai tempat paling eksklusif di Timur Jauh—dari penthouse-penthouse mewah Shanghai hingga pulau-pulau pribadi di Laut Cina Selatan—Crazy Rich Asians bercerita tentang kalangan jet set Asia, dengan sempurna menggambarkan friksi antara golongan Orang Kaya Lama dan Orang Kaya Baru, serta antara Cina Perantauan dan Cina Daratan.

Rabu, 27 Juli 2016

Quote of The Day & Giveaway: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit


Hai hallo, seperti janji saya di postingan resensi Secangkir Kopi dan Pencakar Langit (SKdPL) kemarin, hari ini bakalan ada giveaway khusus pembaca setia Kubikel Romance yang berdomisili di Indonesia. Syaratnya gampang banget dan nggak ribet, yang harus kalian lakukan untuk mendapatkan satu buku SKdPL serta satu buku tambahan dari Elexmedia adalah sebagai berikut:
1. Follow blog Kubikel Romance via GFC (Bagian sidebar yang berjudul The Readers, kemudian klik 'Ikuti')

2. Follow akun twitter @mungilo dan @peri_hutan
3. Share link postingan ini beserta salah satu quote favorit kalian yang bisa dipilih di bawah ke sosial media yang kalian punya, bisa twitter, facebook maupun instagram. Kemudian taruh link tweet kalian tadi di kolom komentar beserta akun twitter. Boleh juga mention saya dan @mungilo menggunakan hastag #SKdPLGiveaway #SKdPLQuotes

Berikut adalah 16 quote dari SKdPL yang bisa kalian pilih:

Selasa, 26 Juli 2016

Resensi: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit Karya Aqessa Aninda

Judul buku: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
Penulis: Aqessa Aninda
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-02-8759-1
Cetakan pertama, 13 Juni 2016
352 halaman
Buntelan dari @mungilo
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.

Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?

Minggu, 24 Juli 2016

Wishful Wednesday: Stories For Rainy Days

Stories For Rainy Days by Naela Ali
Penerbit: Pop
Harga: IDR 110k (Bisa dibeli di IG: _asobi)
Sinopsis:
It was a rainy day,
with a hot darjeeling tea,
warm striped blanket
and polka dot socks.
One perfect moment
to read stories
for cats.
Bisa dibilang Stories For Rainy Days ini adalah top wishlist saya, buku yang wajib dipunya banget, pokoknya harus masuk koleksi kesayangan! Sayangnya saya belum berkesempatan beli, niatnya mau beli buku lain dari penulis yang full ilustrasi dan stiker, tapi mahal, lagi bokek banget, hahaha. Maka dari itu ketika Wishful Wednesday dalam rangka memeriahkan postingan ke-200, sang pemilik blog Perpus Kecil, mbak Astrid mengadakan giveaway, saya langsung ikutan, yah berharap siapa tahu bisa mencoret wishlist utama saya ini.

Awal tahu buku ini nggak sengaja banget, sempat lihat sih di akun penerbit @IceCube_Publish mempromosikan, tapi tidak saya perhatikan. Baru ketika nggak sengaja nemu akun twitter penulis di Instagram @naelaali, lihat-lihat hasil coretannya saya langsung terpesona, saya sangat meyukai ilustrasinya, bisa dibilang favorit ilustrator Indonesia setelah Lala Bohang, jadi begitu tahu kalau dia baru saya menerbitkan buku, wah harus punya nih. Stories For Rainy Days ini adalah kumpulan 35 cerpen berbahasa Inggris yang disertai water color ilustrasi, coba deh cek akun Instragramnya, dijamin terpukau. Dulu buku ini pernah diterbitkan penulis secara self publish, baru tahun ini diterbitkan secara major dengan kemasan kece oleh penerbit Pop, bukunya hardcover dan full color untuk semua ilustrasinya.

Sabtu, 23 Juli 2016

Resensi: The Architecture of Love Karya Ika Natassa

Judul buku: The Architecture of Love
Penulis: Ika Natassa
Editor: Rosi L. Simamora
Desain sampul: Ika Natassa
Ilustrasi isi: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2926-0
Cetakan pertama, 10 Juni 2016
304 halaman
Titip @DhaniRamadhani di MIWF 2016
New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.

Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.

Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.

Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...