Minggu, 24 Juli 2016

Wishful Wednesday: Stories For Rainy Days

Stories For Rainy Days by Naela Ali
Penerbit: Pop
Harga: IDR 110k (Bisa dibeli di IG: _asobi)
Sinopsis:
It was a rainy day,
with a hot darjeeling tea,
warm striped blanket
and polka dot socks.
One perfect moment
to read stories
for cats.
Bisa dibilang Stories For Rainy Days ini adalah top wishlist saya, buku yang wajib dipunya banget, pokoknya harus masuk koleksi kesayangan! Sayangnya saya belum berkesempatan beli, niatnya mau beli buku lain dari penulis yang full ilustrasi dan stiker, tapi mahal, lagi bokek banget, hahaha. Maka dari itu ketika Wishful Wednesday dalam rangka memeriahkan postingan ke-200, sang pemilik blog Perpus Kecil, mbak Astrid mengadakan giveaway, saya langsung ikutan, yah berharap siapa tahu bisa mencoret wishlist utama saya ini.

Awal tahu buku ini nggak sengaja banget, sempat lihat sih di akun penerbit @IceCube_Publish mempromosikan, tapi tidak saya perhatikan. Baru ketika nggak sengaja nemu akun twitter penulis di Instagram @naelaali, lihat-lihat hasil coretannya saya langsung terpesona, saya sangat meyukai ilustrasinya, bisa dibilang favorit ilustrator Indonesia setelah Lala Bohang, jadi begitu tahu kalau dia baru saya menerbitkan buku, wah harus punya nih. Stories For Rainy Days ini adalah kumpulan 35 cerpen berbahasa Inggris yang disertai water color ilustrasi, coba deh cek akun Instragramnya, dijamin terpukau. Dulu buku ini pernah diterbitkan penulis secara self publish, baru tahun ini diterbitkan secara major dengan kemasan kece oleh penerbit Pop, bukunya hardcover dan full color untuk semua ilustrasinya.

Sabtu, 23 Juli 2016

Resensi: The Architecture of Love Karya Ika Natassa

Judul buku: The Architecture of Love
Penulis: Ika Natassa
Editor: Rosi L. Simamora
Desain sampul: Ika Natassa
Ilustrasi isi: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2926-0
Cetakan pertama, 10 Juni 2016
304 halaman
Titip @DhaniRamadhani di MIWF 2016
New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.

Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.

Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.

Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.

Jumat, 15 Juli 2016

Me Before You | Movie Review


Me Before You (2016)
Sutradara: Thea Sharrock
Penulis naskah: Scott Neustadter, Michael H. Weber, Jojo Moyes
Produser: Karen Rosenfelt, Alison Owen
Pemain: Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Jenna Coleman, Charles Dance, Brendan Coyle, Matthew Lewis.

Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Jenna Coleman, Charles Dance, Brendan Coyle, Matthew Lewis, Samantha Spiro, Vanessa Kirby, Ben Lloyd-Hughes, Stephen Peacocke - See more at: http://www.wowkeren.com/film/me_before_you/#sthash.TbiJIx77.dpuf

Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Jenna Coleman, Charles Dance, Brendan Coyle, Matthew Lewis, Samantha Spiro, Vanessa Kirby, Ben Lloyd-Hughes, Stephen Peacocke - See more at: http://www.wowkeren.com/film/me_before_you/#sthash.TbiJIx77.dpuf

Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Jenna Coleman, Charles Dance, Brendan Coyle, Matthew Lewis, Samantha Spiro, Vanessa Kirby, Ben Lloyd-Hughes, Stephen Peacocke - See more at: http://www.wowkeren.com/film/me_before_you/#sthash.TbiJIx77.dpuf
Studio: Warner Bros

Based on Jojo Moyes book, Me Before You.

Selasa, 12 Juli 2016

Holiday Reads

source: tumblr
Hai haloooo good readers, selamat lebaran, selamat liburan! Bulan lalu saya benar-benar males banget baca maupun blogging, bulan ramadan saya lebih tertarik maraton nonton tv series baik dari Korea maupun Jepang, lagi jenuh aja kali ya, butuh pengalih agar tetap produktif XD. Bahkan sampai sekarang saya males mau buat video monthly recap karena saking sedikitnya yang saya baca maupun update blog, saya nggak berani hitung, hutang postingan saya banyak banget, hahaha. Makanya, bulan Juli ini posting bareng (posbar) BBI yang bertema Holiday Reads mau saya gunakan sebaik-baiknya, walau saya nggak libur panjang karena jam kerja saya lain daripada yang lain, jadi ingin mengejar ketinggalan, walau masih maraton nonton (karena saya mulai ketagihan dan yang saya tonton berhubungan dengan buku juga) saya usahakan untuk terus aktif baca.

Nggak memaksa juga sih, banyak banget buku yang ingin saya baca dan ide postingan sebenarnya, lebih ke pengaturan waktu dan menaklukkan males. Lebaran saya ambil cuti tapi nggak bisa saya gunakan untuk membaca, saya mempunyai masalah dalam hal membaca di tempat umum maupun di kendaraan, jadi saya hanya bisa baca di tempat tidur atau suasana sepi yang benar-benar membuat saya nyaman ketika membaca. Jadinya selama cuti itu pun saya habiskan dengan keluarga, bahkan kalau perlu jauh-jauh dari ponsel karena saat-saat seperti inilah kami bisa berkumpul dan tidak ingin ternoda dengan dunia maya #tsah.

Senin, 11 Juli 2016

Somewhere Called Home by Dhamala Shobita | Blog Tour, Book Review, Giveaway

Somewhere Called Home
Penulis: Dhamala Shobita
Penyunting: Avifah Ve
Penerbit: de TENS
ISBN: 978-602-391-178-3
Cetakan pertama, Juni 2016
260 halaman
Buntelan dari @dhamalashobita
Manusia adalah kumpulan dari kenangan-kenangan yang tertata menjadi satu. Isi kepala manusia mungkin memiliki lebih dari lima puluh persen kenangan. Kennagan bahagia, sedih, marah, semuanya bercampur menjadi satu dan membentuk manusia sejak ia lahir dan tumbuh menjadi dewasa.

Menurut Benjamin Murray, seorang surfer blasteran Australia-Indonesia, hidup adalah petualangan tanpa henti. Maka dari itu, ketika dirinya mulai terlibat lebih jauh dalam kehidupan seorang gadis bernama Lila yang sedang mencari kakaknya, Ben semakin bersemangat untuk melanjutkan petualangannya. Pertemuan keduanya di Pulau Sipora, Sumatera Barat, dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan cukup untuk membentuk perasaan antara Ben dan Lila. Sayangnya, gadis berusia dua puluh satu tahun itu tidak mempunyai waktu lagi dalam hidupnya. Di sanalah perjalanan Ben dimulai.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...